Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penculikan Balita Guncang Perumahan Elite di Malang

Kabupaten Malang – Warga Perumahan Pesona Mutiara Tidar di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, merasa khawatir setelah terjadi penculikan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun pada Kamis, 22 Mei 2025. Kejadian ini mengguncang rasa aman yang selama ini dirasakan oleh warga di lingkungan tersebut.

Menurut informasi, penculikan terjadi ketika korban, yang tidak disebutkan namanya, diduga diculik oleh orang tak dikenal. Pelaku masuk ke rumah dan mengancam pengasuh anak dengan menggunakan pisau.

Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S., mengkonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang menangani kasus tersebut dengan serius. "Kami menerima laporan tentang dugaan penculikan ini dan saat ini masih dalam penyelidikan," ujar Danang saat dihubungi.

Kejadian bermula ketika Adinda Charista Ayu (34), ibu korban, meninggalkan rumah untuk bertemu seseorang yang mengaku ingin membicarakan bisnis. Saat pertemuan berlangsung, Adinda menerima telepon dari asisten rumah tangga yang panik, mengabarkan bahwa seseorang telah masuk ke rumah dengan membawa pisau.

Setelah mendengar kabar tersebut, Adinda langsung pergi ke Polsek Dau untuk melaporkan penculikan itu. "Asisten rumah tangga kami sangat panik. Saya baru tahu anak saya dibawa kabur saat sedang di luar," kata Adinda.

Selain kehilangan anak, Adinda juga melaporkan kerugian material sebesar Rp 20 juta, yang diduga terkait dengan penculikan. Namun, belum jelas apakah uang tersebut berkaitan langsung dengan pelaku atau merupakan bagian dari skema penipuan.

Pihak kepolisian juga sedang menyelidiki kemungkinan bahwa pelaku menggunakan jebakan psikologis dengan modus pertemuan bisnis palsu. Rekaman CCTV dari sekitar kompleks perumahan telah diamankan untuk membantu melacak pelaku, dan polisi meminta keterangan dari asisten rumah tangga dan tetangga.

Kapolres Danang meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar anak yang diculik bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Dia menjelaskan bahwa pelaku kejahatan modern sering memanfaatkan media sosial untuk mempelajari kebiasaan korban dan menciptakan situasi yang menguntungkan bagi mereka.

Hingga berita ini diturunkan, anak korban masih belum ditemukan dan pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama ketika menerima ajakan dari orang yang belum dikenal.

"Kami fokus pada keselamatan anak dan pemulihan situasi. Kami sangat membutuhkan informasi dari warga dalam upaya pencarian ini," tutup Kapolres Danang.

library_books Max Munir / Foto / Humas Polres Malang