Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

PJT I Rayakan Hari Lingkungan Hidup dengan Aksi Kolaborasi, Tanam 500 bibit pohon

KOTA MALANG - Perum Jasa Tirta (PJT) I merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan melaksanakan dua kegiatan besar yang menunjukkan komitmen mereka terhadap lingkungan. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kolaborasi antara PJT I dan masyarakat, serta berbagai komunitas di Kota Malang dan Tulungagung.Dalam acara tersebut, PJT I membagikan 500 bibit pohon di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen Kota Malang.

 

Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Brawijaya yang tergabung dalam komunitas Green Rangers

Bibit yang dibagikan terdiri dari berbagai jenis pohon produktif seperti durian, sirsak, jambu merah, nangka, dan pucuk merah. 

Semua bibit berasal dari Taman Pendidikan Lingkungan PJT I.


"Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan itu bisa dimulai dari langkah kecil, seperti membawa botol sendiri atau menanam pohon di rumah." Jelas, Setiyantono, Pgs Sekretaris Perusahaan PJT I


Selain bibit pohon, PJT I juga membagikan ratusan tumbler dan tas belanja ramah lingkungan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengurangi polusi plastik, yang merupakan tema global tahun ini: "Hentikan Polusi Plastik". 


Antusiasme warga sangat luar biasa. Seluruh bibit pohon habis dibagikan hanya dalam waktu satu jam. 

Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat.
Di sisi lain, PJT I juga menggelar kegiatan pembersihan pantai di Pantai Gemah, Tulungagung. 


Dengan dukungan Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas, PJT I mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah plastik yang sulit diangkat secara manual. 


"Kami tidak hanya bertugas mengalirkan air. Kami juga bertanggung jawab menjaga kebersihannya, dari sumbernya di pegunungan hingga bermuara di pantai." tegas, Setiyantono.


Kegiatan bersih pantai ini merupakan bagian dari komitmen PJT I yang berlangsung secara berkala. 

Mereka bekerja sama dengan komunitas lokal dan pegiat lingkungan untuk menjaga kebersihan kawasan pesisir selatan, termasuk Pantai Gemah dan Pantai Sidem.


"Air yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika ekosistem pendukungnya juga lestari. Menanam pohon dan mengurangi polusi plastik bukan hanya langkah pelestarian lingkungan, tapi juga bentuk nyata menjaga keberlangsungan air untuk generasi mendatang." katanya.


PJT I menunjukkan bahwa menjadi pengelola air juga berarti menjadi penjaga bumi. 

Di tengah krisis iklim dan ancaman polusi plastik, langkah-langkah seperti ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan strategi berkelanjutan untuk menjaga kehidupan.(Arh)*

library_books Arif Rahman Hakim / Peringati