Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Polres Batu bersama Forkopimda Deklarasikan Damai Perguruan Silat Se-Kota Batu

KOTA BATU - Pada Selasa pagi, 15 Juli 2025, Polres Batu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengadakan acara silaturahmi dan deklarasi damai dengan perwakilan perguruan silat se-Kota Batu. 

Acara ini berlangsung di Sae Café Mapolres Batu dengan tujuan untuk memperkuat stabilitas keamanan dan mencegah potensi konflik antar kelompok bela diri.

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, Wali Kota Batu, Nurochman, serta para pejabat dari berbagai instansi, termasuk Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Aris Moko Nugroho, dan Wakil Ketua DPRD, Ludi Tanarto. 

Selain itu, juga hadir para pimpinan dan perwakilan dari berbagai perguruan silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah pembacaan Ikrar Perdamaian yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Batu. 

Ikrar tersebut diikuti oleh semua perwakilan perguruan silat dan menjadi simbol tekad bersama untuk menjaga persatuan, menolak kekerasan, serta menjunjung sportivitas dan persaudaraan.

Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha, dalam sambutannya mengatakan, "Melalui ikrar ini, kami semua berkomitmen menjadikan pencak silat sebagai sarana pemersatu, bukan pemicu konflik. Tidak ada ruang bagi aksi kekerasan atau benturan antar perguruan di Kota Batu."

Sebagai langkah konkret dari sinergi ini, dilakukan pemasangan rompi Satgas Keamanan Perguruan Silat secara simbolis oleh Kapolres, Wali Kota, dan Dandim kepada perwakilan pesilat. 

Satgas ini nantinya akan berfungsi sebagai penghubung antara perguruan silat dan aparat keamanan, serta menjaga ketertiban di masing-masing wilayah.

"Satgas ini adalah ujung tombak kedamaian di lapangan. Kita harap mereka bisa jadi teladan, terutama bagi generasi muda pencinta silat."Jelas Wali Kota Batu, Nurochman.

Kapolres menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk menghindari gesekan antar komunitas bela diri yang terjadi di beberapa daerah. 

Pertemuan ini dianggap sebagai langkah yang lebih baik dibandingkan tindakan represif dalam menangani konflik sosial.

Letkol Inf Aris Moko Nugroho, Dandim 0818 Malang-Batu, menegaskan pentingnya persaudaraan di dunia pencak silat, 

"Persaudaraan pencak silat harus dibangun di atas nilai-nilai luhur budaya, bukan egoisme kelompok." tegasnya.

Sinergi ini juga disambut baik oleh IPSI Kota Batu, yang melihatnya sebagai cara positif untuk membangun citra pencak silat sebagai bagian dari kearifan lokal, bukan sebagai pemicu keresahan. 

Polres Batu dan Forkopimda berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa, termasuk pelatihan bela diri yang berorientasi pada karakter, disiplin, dan kebangsaan bagi pelajar dan pemuda.

"Silat bukan hanya olah tubuh, tapi olah jiwa. Karena itu, kami ingin pencak silat berkembang sejalan dengan semangat perdamaian dan persatuan." tambah, AKBP Andi Yudha.

Dengan ikrar damai ini, diharapkan Kota Batu akan tetap menjadi tempat yang aman dan harmonis bagi semua komunitas, termasuk perguruan silat, dalam semangat guyub rukun khas warga Batu.(gus)*

library_books Agus Susanto / Humas Polres Ba