Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Warga Lamongan Menang Lomba Lukis di Polres Malang, Hadiah Jutaan Rupiah

Kabupaten Malang – Polres Malang baru saja menggelar Lomba Lukis bertema "Polri untuk Masyarakat". Kegiatan ini diadakan untuk merayakan Hari Bhayangkara ke-79 dan berlangsung pada Jumat, (18/7/2025), malam. Puncak acara penyerahan hadiah dilakukan bersamaan dengan pembukaan pagelaran wayang kulit.

Dari ratusan peserta yang ikut serta dari berbagai kota di Indonesia, Sugeng Suripno (51) asal Lamongan, Jawa Timur, berhasil meraih Juara 1 dan membawa pulang hadiah utama sebesar Rp 6 juta. 

"Saya sangat senang bisa menang. Ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi saya dalam melukis," ungkap, Sugeng.

Di posisi kedua, Ahmad Sholeh (42) dari Pekalongan, Jawa Tengah, memperoleh hadiah Rp 3,75 juta. Sementara itu, Juara 3 diraih oleh Mohamad Syafii Karim (45) dari Kota Malang, yang mendapatkan hadiah sebesar Rp 2,5 juta.

Selain itu, dewan juri juga memberikan penghargaan kepada tiga pemenang harapan. 

Harapan 1 jatuh kepada Ledy Keysha Kusumahadi (18) dari Malang, Harapan 2 diraih oleh Muncul Suntoro (50) dari Lumajang, dan Harapan 3 adalah Alfian Imasyah (36) dari Kabupaten Malang. Masing-masing pemenang harapan mendapatkan uang pembinaan.

Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo langsung menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat para peserta dan nilai-nilai positif yang tercermin dalam karya lukis mereka. 

"Lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga sebagai cara kami mengajak masyarakat untuk menyuarakan pesan damai dan ketertiban lewat seni. Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ mencerminkan komitmen kami untuk mendekatkan diri secara humanis kepada masyarakat," katanya.

AKBP Danang juga menekankan pentingnya kegiatan seni seperti ini untuk menjalin kolaborasi antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. 

"Karya para peserta menggambarkan semangat kebersamaan, pelayanan, dan pengabdian Polri di tengah masyarakat. Ini adalah refleksi hubungan yang terus kami bangun. Acara ini ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang menarik perhatian ribuan warga Kabupaten Malang," imbuhnya. 

Mereka antusias menikmati sajian budaya yang disajikan Polres Malang, yang juga memiliki nuansa edukatif.Dengan kegiatan ini, Polres Malang menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas institusi, tetapi juga merupakan bagian dari budaya masyarakat yang dapat diperkuat melalui seni dan kolaborasi.(mul)*

library_books Slamet Mulyono / Humas Polres