Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mahasiswa UB Ikuti Summer Camp di Tiongkok untuk Diplomasi Budaya

KOTA MALANG – 13 mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) Malang mengikuti program Summer Camp yang bertajuk "Exploring Guilin's Landscape and Reading Modern China". Kegiatan ini berlangsung di Guangxi Normal University, Guilin, Tiongkok, dari tanggal 15 hingga 28 Juli 2025. Program ini bertujuan untuk memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.

Program ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah Tiongkok dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, termasuk Universitas Negeri Malang (UM). 

Mahasiswa UB yang berpartisipasi berasal dari berbagai fakultas, dan didampingi oleh Diah Ayu Wulan, dosen Program Studi Sastra China Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB.

"Program ini bukan hanya tentang jalan-jalan atau wisata, tetapi juga merupakan pengalaman mendalam dalam kebudayaan Tiongkok, baik yang kontemporer maupun klasik." kata Diah Ayu Wulan, Dosen pendamping dari Fakultas Sastra Cina FIB UB.

Selama dua minggu, peserta tinggal di asrama kampus dan mendapatkan uang saku sebesar 560 Kuai.

Mereka mengikuti berbagai kegiatan edukatif, seperti kuliah budaya, lokakarya seni, dan kunjungan ke situs sejarah, komunitas lokal, serta kawasan alam khas Guilin. 

Kegiatan dalam program ini disusun secara interaktif, yang mencakup pengenalan seni bela diri tradisional Tiongkok, tarian tradisional, kaligrafi Mandarin, serta pembelajaran tentang huruf Han, sejarah, geografi, dan relasi antar-etnis di Tiongkok.

Salah satu momen paling berkesan adalah saat mahasiswa menyusuri Sungai Li (Li River) dengan kapal wisata. Selain itu, mereka juga mengunjungi museum kota Guilin, komunitas tradisional di desa Ceyun dan Cungfeng, serta pabrik lokal untuk memahami sistem ekonomi dan budaya kerja di Tiongkok.

"Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari latar belakang berbeda dalam suasana kolaboratif yang penuh pembelajaran lintas budaya." jelas Diah Ayu Wulan.

Seluruh peserta juga mengikuti kuliah dari dosen Guangxi Normal University mengenai struktur bahasa Mandarin, penulisan karakter Han, dan dinamika masyarakat multi-etnis Tiongkok masa kini.

Program ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga membuka ruang dialog antarbudaya yang setara. Pada tanggal (27/7/2025), diadakan sesi penutupan sebagai simbol berakhirnya kegiatan dan pengikat semangat persahabatan antarbangsa.

Summer Camp ini merupakan hasil kerja sama antara Guangxi Normal University dan Fakultas Ilmu Budaya UB. 

Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari diplomasi budaya yang terus berkembang dalam hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. 

"Ini menjadi jembatan budaya yang efektif, karena mahasiswa dapat belajar langsung dari sumbernya dan membawa pengalaman tersebut pulang untuk dibagikan di Tanah Air." tambah Diah Ayu Wulan.

Melalui pertukaran budaya seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari buku tetapi juga mengalami langsung dinamika kebudayaan global. Ini bukan sekadar summer camp, tetapi langkah kecil menuju pemahaman antarbangsa yang lebih dalam.(bim)*

library_books Bimo Arya Mukti / Fib Ub