Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Semarak Acara Melukis On The Spot dan Pameran "Diluar Nalar" Warnai Kota Reog

PONOROGO – Gelaran kegiatan melukis on the spot sukses digelar untuk kedua kalinya di Galeri SMEP (eks SMPN 3 Ponorogo), Minggu (21/12/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pameran Seni Rupa 'Diluar Nalar' yang berlangsung sejak 13 hingga 27 Desember 2025.


Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan ini bertujuan memberikan wadah dan motivasi bagi para penggiat seni, khususnya generasi muda. Fitri Dewi Wijayanti, salah seorang koordinator kegiatan, menyatakan bahwa acara ini diadakan sebagai bentuk apresiasi.


"Sebagai apresiasi untuk anak-anak yang punya jiwa seni dan belum terasah. Banyak anak-anak yang jago melukis tapi masih pesimis dan malu menunjukkan karyanya. Kami mengajak mereka bareng-bareng agar punya semangat dan motivasi," ujar Fitri saat diwawancarai.


Menurutnya, peserta yang mendaftar secara resmi berjumlah 42 orang, namun total kehadiran diperkirakan melebihi 50 orang dengan adanya pendaftaran on the spot. Peserta berasal dari beragam usia, mulai dari siswa SD kelas 3-4, SMA, hingga umum seperti ibu-ibu. Fitri berharap kegiatan ini dapat memberi ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkarya tanpa ragu.


Salah seorang peserta, Veva, mahasiswa semester tiga Universitas Malang yang sedang libur di Ponorogo, mengaku mengikuti acara untuk mengisi waktu. Dengan tema "Hari Ibu" yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember, Veva berencana melukis wajah ibunya. "Terus berkarya," pesannya singkat untuk rekan-rekan seusianya.


Pameran induk 'Diluar Nalar' sendiri dibuka secara meriah pada Sabtu (13/12/2025). Sebanyak 41 seniman menampilkan 120 karya lukisan. Ketua Koordinator Pelaksana, MA. Arif Fatkhurrohman, menjelaskan motivasi di balik pameran ini.


"Kami hanya berusaha memfasilitasi keinginan seniman-seniman muda untuk dapat menunjukkan karya-karya mereka tanpa terafiliasi dengan kepentingan apapun. Kegiatan ini murni untuk seni," tegas Arif. Selain sebagai fasilitas, pameran juga bertujuan mempererat silaturahmi antar pelukis, terutama dengan seniman muda. Arif berharap melalui pameran ini, para seniman dapat tetap aktif dan menularkan semangatnya.


Salah seorang perupa peserta pameran, Z. Mustofa, menyoroti potensi besar Ponorogo di bidang seni rupa. Ia mengusulkan agar aset daerah yang strategis, seperti gedung eks SMPN 3, dapat dikembangkan menjadi 'Warok Art Gallery'. "Hadirnya Warok Art Gallery akan menjadi wadah perhelatan seni rupa untuk berkompetisi semakin hidup," tuturnya.


Dengan beragam kegiatan seperti melukis on the spot setiap Minggu, pameran 'Diluar Nalar' tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga ruang edukasi dan penyemangat bagi bibit-bibit seniman baru di Ponorogo untuk terus berkarya tanpa batas.

library_books Bais