Kanselir Austria, Karl Nehammer, mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatannya setelah pembicaraan koalisi antara partainya, Partai Rakyat Austria (ÖVP), dan Partai Sosial Demokrat (SPÖ) gagal. Dalam pernyataan video yang diunggah di media sosial, Nehammer menyatakan, "Saya akan mengundurkan diri sebagai kanselir dan pemimpin Partai Rakyat dalam beberapa hari ke depan untuk memungkinkan transisi yang teratur."
Pengumuman ini muncul sehari setelah Partai Neos, yang berhaluan liberal, secara tiba-tiba menarik diri dari diskusi koalisi. Situasi ini membuat kedua pihak, ÖVP dan SPÖ, saling menyalahkan atas keruntuhan pembicaraan tersebut.
Dengan pengunduran diri Nehammer, ÖVP kini harus mencari pengganti. Sebelumnya, Nehammer telah menolak kemungkinan untuk membentuk koalisi dengan pemimpin sayap kanan, Herbert Kickl dari Partai Kebebasan. Namun, pengunduran dirinya dapat memicu pemikiran ulang mengenai kemungkinan tersebut.
Keruntuhan pembicaraan koalisi ini menyebabkan ketidakpastian politik di Austria. Negara ini dihadapkan pada tantangan besar untuk menyelamatkan hingga 24 miliar euro, menurut Komisi Eropa. Pemerintah berikutnya harus menghadapi resesi yang sedang berlangsung, meningkatnya angka pengangguran, dan defisit anggaran.
Berdasarkan undang-undang pemilihan di Austria, pemilihan umum lebih awal tidak mungkin terjadi sebelum bulan Mei.
Austria Karl Nehammer pengunduran diri koalisi