PARIS – Politisi Prancis yang terkenal, Jean-Marie Le Pen, yang merupakan pendiri partai sayap kanan National Front, telah meninggal dunia pada usia 96 tahun. Keluarganya mengkonfirmasi berita duka ini dalam sebuah pernyataan kepada AFP, menyatakan bahwa Le Pen meninggal dunia di wilayah Paris. "Jean-Marie Le Pen, dikelilingi oleh keluarganya, dipanggil oleh Tuhan pada hari Selasa pukul 12:00," ungkap keluarga.
Selama beberapa tahun terakhir, kesehatan Le Pen semakin memburuk. Dia sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Le Pen dikenal sebagai salah satu politisi paling kontroversial di Prancis. Dia berhasil menciptakan tempatnya dalam politik Prancis dan masyarakat dengan retorika yang provokatif dan sering kali rasis. Meskipun banyak yang menentangnya, Le Pen mendapatkan dukungan dari segelintir pemilih yang sejalan dengan pandangannya.
Karier politik Le Pen juga melibatkan anak perempuannya, Marine Le Pen, yang kini juga merupakan tokoh penting dalam politik Prancis. Meskipun keduanya memiliki banyak perbedaan pendapat politik yang mendalam, Marine telah berusaha untuk menjauhkan partainya dari citra negatif yang melekat pada ayahnya. Dalam sepuluh tahun terakhir, Marine Le Pen telah membawa ide-ide sayap kanan ke dalam diskusi politik di Prancis dan menempatkan partainya sebagai bagian penting dari sistem politik negara.
Namun, banyak yang berpendapat bahwa keberhasilan ini tidak mungkin terjadi tanpa politik yang memecah belah dan retorika yang menyulut kontroversi yang diperkenalkan oleh Jean-Marie Le Pen. Dia akan terus menjadi sosok yang membayangi Prancis dan rakyatnya bahkan setelah kepergiannya. Bagi sebagian orang, Le Pen dianggap sebagai "iblis Republik".
Jean-Marie Le Pen meninggalkan warisan yang kompleks dalam sejarah politik Prancis, yang akan dikenang oleh generasi mendatang.
Jean-Marie Le Pen politik Prancis sayap kanan meninggal dunia