Pada tanggal 12 Januari 2025, beberapa perkembangan penting terjadi dalam konflik antara Israel dan Palestina. Pembicaraan gencatan senjata yang berlangsung di Doha menunjukkan tanda-tanda positif. Baik pemerintahan Biden maupun pemerintahan Donald Trump yang akan datang menyatakan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai.
Namun, meskipun ada optimisme, kesepakatan gencatan senjata belum tercapai. Tim negosiasi Israel masih berada di Doha untuk melanjutkan pembicaraan. JD Vance, Wakil Presiden terpilih AS, mengatakan dalam wawancara dengan Fox News bahwa jika kesepakatan gencatan senjata tidak tercapai, Trump akan "memungkinkan Israel untuk menghilangkan sisa-sisa terakhir dari Hamas dan para pemimpinnya".
Di sisi lain, Jenderal Michael Kurilla, kepala komando pusat militer AS (Centcom), bertemu dengan jenderal dari Arab Saudi dan Yaman untuk membahas pertempuran melawan pasukan Houthi di Laut Merah.
Menurut kepala Kementerian Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina, tahap pertama dari kesepakatan gencatan senjata yang sedang dibentuk dapat melihat setidaknya 1.200 tahanan Palestina dibebaskan.
Di Gaza, situasi semakin memburuk. Sebuah drone Israel menewaskan seorang pemuda Palestina di kamp pengungsi Shati, yang terletak di bagian barat Kota Gaza. Selain itu, pasukan Israel juga membuka tembakan di dekat kamp Nuseirat, yang mengakibatkan satu orang Palestina tewas.
Serangan udara Israel terjadi di antara Houmin al-Fawqa dan Deir al-Zahrati, yang berada di atas Sungai Litani di Lebanon. Tim pertahanan sipil menemukan jasad setidaknya tiga orang Palestina setelah serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di lingkungan Shujaiya, Kota Gaza.
Situasi di wilayah tersebut terus berkembang dan memerlukan perhatian global. Masyarakat internasional berharap agar gencatan senjata segera tercapai untuk menghindari lebih banyak korban jiwa dan penderitaan di kedua belah pihak.
Israel Palestina gencatan senjata perundingan berita terkini