Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Elon Musk Serang Pemimpin Eropa di Media Sosial

Elon Musk, CEO teknologi terkenal yang lahir di Afrika Selatan dan kini tinggal di Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan setelah mengeluarkan serangkaian pendapat kontroversial di media sosial. Dengan lebih dari 211 juta pengikut di platform X, Musk tidak ragu untuk menyuarakan pandangannya mengenai politik Eropa.

Pada tanggal 6 Januari, Musk mengunggah sebuah jajak pendapat yang mempertanyakan apakah "Amerika harus membebaskan rakyat Inggris dari pemerintah tirani mereka." Jajak pendapat ini muncul hanya beberapa jam setelah Musk mengkritik Nigel Farage, pemimpin partai Reformasi U.K. yang merupakan sekutu Musk sebelumnya.

Tindakan Musk ini bukanlah yang pertama. Pada bulan Desember, ia juga menulis sebuah opini untuk sebuah surat kabar Jerman yang mendukung partai kanan jauh Alternative for Germany (AfD). Tindakan ini menyebabkan editor opini surat kabar tersebut mengundurkan diri sebagai bentuk protes.

Bagi publik Amerika, komentar yang terus menerus tentang masalah Eropa mungkin terasa membingungkan. Namun, bagi orang Eropa, hal ini justru menjadi sumber kebingungan dan ketidaknyamanan. Sejumlah pemimpin Eropa mulai melawan dan memberikan tanggapan atas komentar Musk.

Seiring dengan semakin banyaknya kritik yang dilontarkan, Musk tampaknya tidak akan berhenti mengeluarkan pendapatnya. Tindakan ini menunjukkan betapa besar pengaruh yang dimiliki oleh seorang tokoh seperti Musk dalam membentuk opini publik di seluruh dunia.

library_books Fastcompany