Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ahmed al-Mansour Kembangkan Pengikut di Mesir Setelah Perang Suriah

Ahmed al-Mansour, seorang pejuang asal Mesir, telah berhasil menarik perhatian publik di tanah kelahirannya dalam beberapa minggu terakhir. Dia mulai dikenal setelah para pemberontak Suriah berhasil menggulingkan rezim Bashar al-Assad. Sejak saat itu, Mansour aktif membuat video yang menyerukan kepada Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, untuk mengundurkan diri setelah 12 tahun berkuasa.

Sejak tahun 2013, Mansour bergabung dengan para pemberontak yang melawan Assad dan kini ia menggunakan tagar #GiliranmuDiktator, yang terinspirasi dari seruan protes di Suriah pada tahun 2011. Dalam video-videonya, ia membahas kondisi politik dan ekonomi yang sulit di Mesir.

"Keadaan teror yang dialami rakyat akibat Sisi memerlukan inisiatif kita untuk menghidupkan kembali revolusi," ujar Mansour dalam salah satu video yang diunggah di media sosial.

Di tengah ketidakstabilan, Sisi berusaha menjauhkan diri dari tanggung jawab atas masalah yang dihadapi negara. Ia berulang kali menyatakan dalam pidatonya bahwa tangannya tidak terlibat dalam darah rakyat Mesir dan ia tidak mengeruk kekayaan negara.

Namun, banyak pengguna media sosial yang menggunakan tagar Mansour menyebutkan bahwa setelah kudeta, Sisi bertanggung jawab atas kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ribuan pendukung Mohamed Morsi dilaporkan ditembak mati atau ditangkap dalam salah satu episode kekerasan polisi terburuk dalam sejarah modern Mesir.

Setelah penggulingan Assad, yang awalnya dikecam oleh pemerintah Mesir, laporan menyebutkan bahwa Kairo mulai menyusun daftar orang Mesir yang pergi berperang di Suriah. Menurut media Saudi, beberapa individu dalam daftar tersebut dilaporkan terlibat dalam kegiatan terorisme di Mesir sebelum berangkat ke Suriah.

Mansour, yang kini telah meninggalkan kelompok pemberontak Hay'at Tahrir al-Sham yang menangkap Damaskus, mengejek tindakan pemerintah Mesir dan menyatakan bahwa Sisi sebenarnya "takut" dengan gerakan rakyat.

Setelah video tersebut dirilis, media Arabi21 melaporkan bahwa pihak berwenang Mesir telah menangkap beberapa anggota keluarga Mansour, termasuk ayah dan pamannya.

Kisah Mansour menunjukkan bagaimana perubahan politik di satu negara dapat memengaruhi negara lain, serta bagaimana suara rakyat dapat mengubah arah suatu pemerintahan.

library_books Middleeasteye