Perdana Menteri Lebanon yang baru terpilih, Nawaf Salam, mengungkapkan komitmennya untuk memulai babak baru dalam pemulihan negara. Dalam sambutannya di Istana Baabda, Beirut, PM Salam menekankan pentingnya rekonstruksi setelah konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah, yang berlangsung hampir 14 bulan.
Konflik tersebut telah menyebabkan kerusakan yang luas pada rumah dan infrastruktur sipil di Lebanon. PM Salam menyatakan, "Sebagian besar rakyat kita masih mengalami kerusakan rumah dan institusi. Kita harus membangun kembali desa-desa di wilayah Bekaa, bagian selatan, dan ibu kota Beirut. Rekonstruksi adalah sebuah komitmen."
Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah baru dalam upaya memperbaiki keadaan dan memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak. Banyak warga Lebanon saat ini masih hidup dalam kondisi sulit akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik, dengan banyak yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap layanan dasar.
PM Salam berjanji untuk bekerja keras dan mengajak semua pihak untuk bersatu dalam upaya ini. Ia berharap, dengan dukungan semua pihak, Lebanon bisa bangkit kembali dan membangun masa depan yang lebih baik untuk semua warganya. Kegiatan rekonstruksi ini diharapkan dapat memulihkan kembali kehidupan normal bagi masyarakat yang terdampak.
Nawaf Salam Lebanon rekonstruksi konflik Hizbullah