Jerman memulai penerapan rekam medis elektronik, atau yang dikenal dengan sebutan ePA, untuk jutaan orang di negara tersebut. Setelah mengalami banyak penundaan, proyek besar ini akhirnya resmi diluncurkan. Dengan ePA, data kesehatan penting seperti hasil pemeriksaan dan informasi obat akan tersedia secara digital, kecuali jika seseorang menolak untuk menggunakannya.
Menurut Menteri Kesehatan Jerman, Lauterbach, proyek ini diharapkan dapat membawa perbaikan besar dalam pelayanan kesehatan dan penelitian. Namun, sebelum digunakan secara nasional, sistem ini akan melalui fase pengujian.
Semua orang yang terdaftar dalam asuransi kesehatan wajib yang tidak menolak, akan menerima ePA secara bertahap dari perusahaan asuransi mereka. Proses ini diperkirakan akan berlangsung antara dua hingga empat minggu, mengingat ada lebih dari 70 juta rekam medis yang perlu dibuat.
Mulai hari Rabu, operasi sistem ini akan dimulai, tetapi tidak di seluruh Jerman sekaligus. Terdapat tiga wilayah model di mana lebih dari 250 dokter praktik, apotek, dan klinik akan memulai pengisian data. Wilayah tersebut antara lain Hamburg beserta sekitarnya, Franken, dan satu wilayah di Nordrhein-Westfalen.
Jika sistem ini berjalan dengan baik di wilayah-wilayah tersebut, peluncuran secara nasional akan dilakukan. Namun, hal ini baru dapat dipastikan setelah empat minggu, jadi kemungkinan tidak sebelum pertengahan Februari. Ketika sistem siap, sekitar 150.000 fasilitas kesehatan di seluruh Jerman akan terhubung.
Untuk memberitahukan para peserta asuransi bahwa ePA sudah tersedia, akan ada berbagai cara yang dilakukan, seperti pemberitahuan melalui aplikasi asuransi atau informasi di situs web mereka.
Dengan peluncuran ini, harapan untuk kemudahan akses informasi kesehatan di Jerman semakin mendekati kenyataan.
rekam medis elektronik ePA kesehatan Jerman tagesschau