Jakarta – Banyak orang saat ini merasa terjebak dalam kebiasaan scrolling di media sosial. Mereka sering kali menghabiskan waktu berjam-jam tanpa merasa produktif. Menurut desainer dan teknolog, Mindy Seu, scrolling di media sosial bukanlah sebuah kegagalan moral pribadi. Hal ini disebabkan karena platform-platform ini memang dirancang untuk menarik perhatian kita.
Mindy Seu mengibaratkan kita seperti bayi yang terjebak dalam dunia CocoMelon, secara neurokimia kita terikat pada hiburan yang ditawarkan media sosial. Dengan kata lain, otak kita diprogram untuk terus mencari stimulus yang menarik, sehingga sulit untuk berhenti.
Namun, ada cara untuk mengurangi waktu yang dihabiskan di media sosial. Mindy Seu menyarankan untuk menetapkan waktu tertentu dalam sehari untuk scrolling, bukan saat baru bangun tidur atau menjelang tidur. Dengan cara ini, aktivitas scrolling bisa terasa lebih menyenangkan dan tidak mengganggu produktivitas.
Menentukan waktu khusus untuk scrolling dapat membuat kita lebih sadar akan waktu yang kita habiskan. Ini juga memberi kesempatan untuk melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti belajar atau berolahraga.
Bagi kalian yang merasa kesulitan untuk mengurangi waktu scrolling, ada berbagai alat atau aplikasi yang dapat membantu mengatur penggunaan media sosial. Dengan memanfaatkan teknologi dengan bijak, kita bisa meningkatkan produktivitas dan mengurangi rasa burnout.
Dengan tips ini, diharapkan kita bisa lebih mengontrol waktu dan meningkatkan kualitas hidup. Mari coba untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial!
media sosial produktivitas waktu tips scrolling