Yerusalem, 21 Januari 2025 – Otoritas Israel pada pagi hari Senin telah membebaskan 90 tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang berlaku di Gaza. Pembebasan ini terjadi beberapa jam setelah tiga warga Israel yang ditangkap dibebaskan dari Gaza.
Berdasarkan laporan dari Al Jazeera Arabic, bus-bus yang membawa tahanan meninggalkan penjara Ofer di Israel pada dini hari. Sebelum dibebaskan, layanan penjara Israel telah memindahkan para tahanan ke fasilitas militer di Tepi Barat yang diduduki pada hari Minggu.
Dalam proses pembebasan, pasukan keamanan Israel dan perwakilan dari Palang Merah Internasional (ICRC) melakukan pemeriksaan kesehatan dan identitas para tahanan. Pembebasan ini dilakukan dalam koordinasi dengan pemerintah Israel.
Dari 90 tahanan yang dibebaskan, sebanyak 78 orang berasal dari Tepi Barat yang diduduki. Mereka dibebaskan di pos pemeriksaan Beitunia dekat penjara Ofer. Selain itu, dua belas tahanan dari Jerusalem Timur yang diduduki juga dipulangkan ke kota mereka setelah sempat ditahan di pusat penahanan Russian Compound.
Dari total yang dibebaskan, 62 adalah perempuan, termasuk satu remaja. Sementara itu, 28 pria juga dibebaskan, di mana delapan di antaranya adalah remaja.
Pembebasan ini merupakan bagian dari fase pertama kesepakatan tukar tahanan yang dimulai pada Minggu pagi. Dalam kesepakatan ini, setiap tahanan sipil Israel perempuan akan ditukar dengan 30 tahanan Palestina perempuan dan anak-anak.
Berbeda dengan pertukaran tahanan sebelumnya, militer Israel menerapkan langkah-langkah keamanan ketat untuk mencegah kerumunan publik di luar penjara serta merayakan pembebasan. Pada hari Minggu, polisi Israel juga menggerebek rumah beberapa tahanan perempuan Palestina di Jerusalem yang akan dibebaskan.
Polisi memberikan peringatan kepada keluarga para tahanan agar tidak merayakan atau mengibarkan bendera Palestina, dengan ancaman bahwa tindakan tersebut dapat membatalkan pembebasan. Para tahanan diangkut dengan bus yang memiliki jendela gelap untuk mencegah pengambilan foto.
Meskipun ada pembatasan yang diterapkan, ratusan warga berkumpul untuk menyambut para tahanan yang dibebaskan pada pagi hari Senin. Media lokal melaporkan bahwa militer Israel akan membatasi kerumunan hanya untuk kerabat dekat tahanan.
tahanan Palestina Israel gencatan senjata Beitunia ICRC