Seorang pemuda bernama Muhammad al-Khasib dari Ramallah menyatakan bahwa keluarganya sangat menantikan kebebasan ibunya, Dalal al-Khasib, yang dijadwalkan akan dibebaskan pada hari Minggu ini. Dalal, yang berusia 53 tahun, telah ditahan tanpa vonis selama satu tahun.
Dari sebuah bukit yang menghadap ke Penjara Ofer, Muhammad menjelaskan situasi di sekitar penjara. Menurutnya, tentara Israel telah mencegah orang-orang berkumpul di halaman penjara dan bahkan menggunakan gas air mata untuk mengusir siapa saja yang mencoba mendekat.
"Ibu saya ditangkap setahun yang lalu dan masih dalam penahanan tanpa hukuman. Jaksa Israel meminta agar dia dipenjara selama 55 bulan, tetapi hari ini dia akan keluar dengan kesepakatan pertukaran dan mimpi buruk ini akan berakhir," ujar Muhammad.
Ia mengharapkan bahwa pembebasan para tahanan akan terjadi larut malam, namun menurutnya itu tidak akan menjadi masalah bagi keluarga yang sudah menunggu selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Bersama Muhammad, sepupunya, Muhammad Saqr, juga menunggu pembebasan tersebut. Muhammad Saqr adalah anak dari Fatima Khasib, yang merupakan saudara perempuan Dalal.
Dalal dan Fatima adalah saudara perempuan dari Saleh Al-Arouri, yang merupakan wakil ketua biro politik Hamas dan telah dibunuh oleh Israel di Lebanon setahun yang lalu.
Alaa, yang berusia 20 tahun dan merupakan putri Fatima, juga seorang tahanan dan dijadwalkan akan dibebaskan pada hari yang sama. Alaa ditangkap satu setengah bulan yang lalu dekat pintu masuk Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
"Tidak peduli seberapa larut pembebasan itu, kami akan terus menunggu hingga pagi. Ini adalah beban berat yang ada di hati kami dan akan hilang begitu kami melihat para tahanan wanita menikmati kebebasan mereka," kata Saqr.
Muhammad Khasib menambahkan bahwa apa pun yang mereka alami tidak ada bandingnya dengan penderitaan yang dialami oleh rakyat Gaza. "Bahkan tidak ada anak kecil di antara mereka yang kehilangan tangan atau kaki yang bisa dibandingkan dengan apa yang kami alami," ungkapnya. "Kami tidak akan memenuhi apa yang mereka berikan demi para tahanan," tutup Muhammad.
penjara Ofer Muhammad al-Khasib kebebasan