Jakarta – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia terus berupaya meningkatkan kompetensi dan produktivitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri. Langkah ini diambil untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.
Program pendidikan dan pelatihan vokasi ini dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Kolaborasi ini juga melibatkan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS).
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Masrokhan, menjelaskan bahwa terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan dalam program ini. Di antaranya adalah Pelatihan Guru Produktif di bidang Elektronika dan Pemesinan, serta Pelatihan 5S/Kaizen untuk para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
"Kerja sama BPSDMI dengan Jepang, khususnya AOTS, telah berlangsung sejak tahun 2019. Hingga saat ini, jumlah penerima manfaat dari program ini mencapai 1.304 orang. Mereka terdiri dari guru, dosen, dan praktisi industri," ujar Masrokhan di Jakarta pada hari Senin, 20 Januari 2025.
Masrokhan juga menambahkan bahwa program peningkatan produktivitas SDM ini akan dilaksanakan dalam tiga fase. Fase pertama berlangsung dari tahun 2022 hingga 2023, di mana kegiatan ini ditujukan untuk satuan kerja dan mitra industri dari Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Perindustrian. Fase kedua dan ketiga akan dilaksanakan pada tahun 2023-2024 dan 2024-2025, masing-masing di bawah Kementerian Perindustrian.
Dengan adanya program ini, diharapkan kualitas SDM di Indonesia dapat meningkat, sehingga dapat bersaing di tingkat global dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kementerian Perindustrian SDM pendidikan vokasi Jepang 2045