Mark Zuckerberg, pendiri Meta yang juga dikenal sebagai raja media sosial dengan nilai mencapai $1,5 triliun, baru-baru ini mengungkapkan keinginannya untuk melihat lebih banyak "energi maskulin" di dunia korporat. Pernyataan ini menarik perhatian banyak orang, terutama di kalangan pebisnis dan pengamat industri.
Salah satu sosok yang dianggap mewakili energi maskulin dalam dunia bisnis adalah Dana White, kepala eksekutif Ultimate Fighting Championship (UFC). White dikenal sebagai pribadi yang percaya diri, berpenampilan mencolok, dan memiliki hubungan dekat dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Zuckerberg berencana untuk mengundang Dana White ke dewan Meta. Namun, undangan tersebut tidak hanya sekadar untuk menjalin hubungan baik dengan White, tetapi juga karena Zuckerberg melihat potensi bisnis yang besar dalam UFC. Dengan kepemimpinan White, UFC telah berkembang pesat dan menjadi salah satu liga olahraga paling populer di dunia.
Zuckerberg menyadari bahwa UFC adalah bisnis yang sedang tumbuh dan melihat White sebagai seorang pengusaha yang cerdas. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, memiliki sosok seperti White yang berani dan penuh energi bisa menjadi nilai tambah bagi perusahaan.
Meskipun banyak orang mengenal Dana White melalui hubungannya dengan Trump, ada lebih banyak hal yang bisa dipelajari dari perjalanan kariernya. White telah membuktikan bahwa dia dapat mengelola dan mengembangkan satu perusahaan hingga mencapai kesuksesan yang luar biasa, yang membuatnya layak mendapat pengakuan lebih dari sekadar citra maskulinitasnya.
Dengan langkah ini, Zuckerberg berharap dapat membawa perubahan positif di Meta dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berani menunjukkan sisi maskulin mereka dalam dunia bisnis.
Mark Zuckerberg Dana White energi maskulin dunia korporat UFC