Kru kapal Galaxy Leader telah dibebaskan setelah ditahan oleh kelompok Houthi selama 14 bulan. Pembebasan ini dilaporkan terjadi pada hari Rabu dan dilakukan melalui koordinasi dengan negara tetangga Oman serta kelompok Hamas.
Kapal yang terdaftar di Bahama ini disewa oleh perusahaan Jepang Nippon Yusen dan ditangkap oleh Houthi pada 19 November 2023 di Laut Merah, dekat Hodeidah, Yaman. Houthi menyatakan bahwa penangkapan kapal tersebut dan serangan yang menyusul terhadap kapal-kapal di Laut Merah adalah bentuk perlawanan untuk mendukung warga Palestina di Gaza yang sedang dibombardir oleh Israel.
Menurut laporan, kapal Galaxy Leader adalah milik Inggris tetapi dioperasikan oleh perusahaan Jepang. Namun, data publik menunjukkan bahwa kepemilikan kapal ini terkait dengan Ray Car Carriers, perusahaan yang didirikan oleh pengusaha Israel, Abraham 'Rami' Ungar.
Kru kapal ini terdiri dari 25 orang yang berasal dari Bulgaria, Ukraina, Filipina, Meksiko, dan Rumania. Selama kapal ditahan, Galaxy Leader menjadi daya tarik wisata di Yaman. Banyak warga Yaman yang datang dari berbagai penjuru untuk mengunjungi kapal tersebut di al-Salif, sebuah desa pesisir dekat Hodeidah.
Seorang wisatawan Yaman berusia 43 tahun bernama Mohammed mengatakan, "Ketika Israel memulai perang di Gaza, mereka mungkin khawatir tentang reaksi dari Lebanon, Mesir, Yordania, Arab Saudi, atau negara lainnya. Namun saya rasa mereka tidak memperhitungkan reaksi dari Yaman."
Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, menyatakan akan ada serangan lebih lanjut ke Israel jika mereka tidak mematuhi perjanjian gencatan senjata di Gaza. Dia juga mengklaim bahwa blokade laut yang dilakukan oleh kelompoknya telah berhasil dan menghasilkan "kemenangan nyata" terhadap Israel.
Houthi Galaxy Leader kapal pembebasan Oman