Jakarta – Ancaman online terhadap Jackson Reffitt meningkat tajam setelah mantan Presiden Donald Trump mengampuni ayahnya, Guy Reffitt, serta hampir 1.600 orang lainnya yang terlibat dalam insiden kerusuhan pada 6 Januari. Jackson, yang melaporkan keterlibatan ayahnya kepada FBI, kini hidup dalam ketakutan dan harus selalu berpindah tempat.
Selama empat tahun terakhir, Jackson Reffitt selalu berada dalam bayang-bayang ancaman. Ia terpaksa menyembunyikan diri karena merasa terancam oleh banyak orang. Ayahnya, Guy Reffitt, adalah anggota kelompok Texas Three Percenter dan terlibat dalam penyerbuan Capitol. Dalam aksi tersebut, ia terlihat mengenakan rompi pelindung dan membawa pistol serta tali zip. Guy Reffitt terekam kamera mengajak para perusuh untuk menyerbu gedung Capitol dan mengancam akan menyeret Ketua DPR, Nancy Pelosi, keluar dari gedung tersebut.
Setelah pengampunan Trump, Jackson merasa semakin terancam. "Saya sangat ketakutan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya," ujar Jackson. Untuk melindungi diri dan pasangannya, ia kini telah bersenjata dengan pistol dan senapan. Ancaman yang diterimanya semakin meningkat, terutama setelah pengampunan yang diberikan kepada para pelaku kerusuhan.
Jackson bukan satu-satunya anggota keluarga dari mereka yang dibebaskan akibat kerusuhan 6 Januari yang merasa khawatir. Tasha Adams, mantan istri pemimpin Oath Keeper, Stewart Rhodes, yang juga mendapatkan pengurangan hukuman dari Trump, merasakan hal yang sama. Ia khawatir akan dampak dari pengampunan ini terhadap keselamatan keluarganya.
Kasus ini menunjukkan bagaimana tindakan politik dapat memengaruhi kehidupan pribadi seseorang. Jackson Reffitt berjuang untuk menemukan ketenangan di tengah ancaman yang terus membayangi hidupnya.
Jackson Reffitt Trump pengampunan ancaman online insurrek