Gaza, 24 Januari 2025 - Hussein Fayyad, komandan Hamas, muncul dalam sebuah video baru yang menunjukkan dirinya berbicara di sebuah pemakaman di utara Gaza. Video ini muncul setelah klaim militer Israel yang menyatakan bahwa mereka telah membunuhnya pada bulan Mei lalu. Menurut laporan dari media Palestina, Arab48, video tersebut banyak dibagikan di media sosial pada hari Rabu.
Dalam video tersebut, Fayyad terlihat berdiri di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan bom, dikelilingi oleh sekelompok pria yang mendengarkan pidatonya. Fayyad adalah komandan dari Batalyon Beit Hanoun Hamas, yang merupakan salah satu area pertama yang menjadi target serangan Israel di tahun 2023.
Dalam pidatonya, Fayyad memuji perlawanan Gaza terhadap serangan militer Israel. Ia mengatakan, "Ketika yang kuat tidak mencapai tujuannya, maka ia kalah, tetapi yang lemah, yang mencegah yang kuat mencapai tujuannya - itulah yang menjadi pemenang." Fayyad juga menyebutkan bahwa serangan Israel adalah usaha yang sia-sia.
Militer Israel mengakui bahwa klaim mereka mengenai kematian Fayyad pada bulan Mei berdasarkan informasi yang salah. Menurut laporan harian Israel, Haaretz, pihak militer mengakui bahwa temuan tersebut "tidak cukup akurat" dan bahwa kematiannya hanya "sangat mungkin".
Pada bulan Mei, Israel mengklaim bahwa Fayyad, yang merupakan komandan senior dari Brigade Qassam Hamas, tewas dalam operasi bawah tanah di terowongan Jabaliya. Dalam pernyataan awalnya, Israel menyebut Fayyad bertanggung jawab dalam mengoordinasikan serangan rudal anti-tank yang diarahkan ke wilayah Israel serta serangan mortir ke komunitas Israel di dekat Jalur Gaza utara.
Kemunculan kembali Fayyad menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas Israel dan klaim-klaim di medan perang. Ini bukan pertama kalinya Israel keliru mengklaim pembunuhan tokoh-tokoh penting. Menurut laporan media Israel, militer Israel kesulitan untuk mengatasi Batalyon Beit Hanoun Hamas. Awalnya, batalyon ini dianggap sebagai salah satu sayap yang lebih lemah dari Hamas, namun ternyata mereka menunjukkan kekuatan yang signifikan.
Laporan-laporan Israel menyebutkan bahwa Batalyon Beit Hanoun telah beradaptasi dengan medan perang dan mulai menerapkan taktik perang gerilya, yang pada bulan Januari 2025 saja telah menyebabkan beberapa tentara Israel tewas dan terluka.
Hamas Hussein Fayyad Israel video Beit Hanoun