Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Islam Politik Jadi Suara Rakyat di Negara Arab

Dalam beberapa tahun terakhir, Islam politik telah menjadi kekuatan yang signifikan di negara-negara Arab. Gerakan ini menjadi saluran utama bagi rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan dan menolak kondisi hidup yang mereka hadapi. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi pemerintah: mengapa gerakan ini tak kunjung sirna?

Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara Arab telah menghadapi banyak tantangan dalam usaha mereka untuk menghilangkan gerakan Islam politik. Selama beberapa dekade, gerakan ini terus menjadi lawan yang gigih, tak peduli seberapa besar upaya yang dilakukan oleh rezim untuk memadamkannya. Setiap kali tampak mengalami kemunduran, para Islamis kembali muncul dengan strategi dan kepemimpinan yang baru.

Sampai saat ini, Islamis masih menjadi satu-satunya alternatif bagi rakyat Arab yang marah dan kecewa. Pemerintah yang mengorbankan demokrasi dan kebebasan demi keamanan telah mempermalukan warga Arab. Mereka juga gagal memberikan stabilitas yang menyeluruh dalam aspek ekonomi, sosial, dan politik.

Dalam konteks Gaza, misalnya, pemerintah-pemerintah Arab tidak memberikan apapun kepada masyarakat yang terjebak dalam perang yang menghancurkan oleh Israel. Rakyat Arab telah membayar harga yang tinggi dengan pengorbanan kesejahteraan dan kebebasan mereka, semua dengan dalih membangun angkatan bersenjata yang kuat dan senjata modern.

Strategi untuk mendiskreditkan gerakan Islamis kini tidak lagi meyakinkan, terutama bagi generasi muda yang harus menanggung beban kegagalan rezim-rezim tersebut. Mereka tidak lagi menganggap status quo lebih baik daripada perubahan.

Berbeda dengan pandangan Karl Marx yang menyatakan bahwa ‘agama adalah candu masyarakat’, daya tarik emosional dan religius yang digunakan oleh gerakan Islamis dalam retorika mereka melawan tatanan yang ada kini mirip dengan bentuk teologi pembebasan.

Fenomena ini akan terus berlanjut selama rezim-rezim Arab tidak mampu menawarkan pilihan yang kredibel untuk demokrasi, kebebasan, dan keadilan sosial, atau bahkan tidak mampu menangani tantangan eksternal dan regional yang ada.

library_books Middleeasteye