Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Usulan Pembatasan Program Penghapusan Utang Mahasiswa di AS

Partai Republik di Amerika Serikat saat ini mengusulkan pembatasan pada program penghapusan utang mahasiswa yang ditujukan untuk membantu peminjam yang bekerja di sektor layanan publik. Program ini dikenal sebagai Public Service Loan Forgiveness (PSLF) dan telah ada sejak tahun 2007, ketika disahkan melalui undang-undang bipartisan dan ditandatangani oleh Presiden George W. Bush.

PSLF memberikan kesempatan kepada peminjam untuk mendapatkan penghapusan utang secara penuh setelah mereka bekerja selama sepuluh tahun dengan pemberi kerja yang memenuhi syarat, seperti organisasi nonprofit atau lembaga pemerintah. Namun, peminjam juga harus memenuhi kriteria lain, termasuk membayar pinjaman mereka melalui rencana pembayaran yang berdasarkan penghasilan.

Selama bertahun-tahun, PSLF menghadapi banyak masalah terkait layanan pinjaman dan pengawasan yang membuat tingkat persetujuan sangat rendah. Namun, di bawah pemerintahan Presiden Biden, Departemen Pendidikan melakukan beberapa tindakan regulasi dan memberikan pengabaian sementara untuk memperbaiki masalah-masalah tersebut. Berkat upaya ini, lebih dari satu juta peminjam akhirnya menerima penghapusan utang melalui PSLF hingga awal tahun ini.

Meski demikian, isu penghapusan utang mahasiswa kini menjadi semakin kontroversial, dan program yang dulunya didukung secara bipartisan ini kini menghadapi penolakan lebih dari banyak anggota Partai Republik. Beberapa pemimpin partai bahkan menyerukan agar PSLF dibatasi atau bahkan dihapuskan sepenuhnya.

Dengan perubahan kebijakan ini, para peminjam layanan publik di AS kini harus lebih waspada terhadap kemungkinan dampak yang akan terjadi pada program dimana mereka telah bergantung untuk meringankan beban utang pendidikan mereka.

library_books Forbes