Jaksa federal di San Francisco mengumumkan pada hari Kamis bahwa pendiri sebuah startup AI yang didanai oleh investor, Alex Beckman, diduga telah menggunakan lebih dari $4 juta dari dana investor untuk membeli rumah, membiayai sekolah swasta, membeli mobil mewah, dan bahkan membayar tempat pernikahannya. Otoritas menyebut penipuan yang dilakukan oleh Beckman "berani dan luas," di mana ia sangat melebih-lebihkan pendapatan dan data keuangan perusahaan, menurut dakwaan yang diajukan.
Alex Beckman, yang juga menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut, bersama istrinya Valerie Lau Beckman, telah didakwa dengan penipuan melalui sarana elektronik, konspirasi untuk melakukan penipuan melalui sarana elektronik, penipuan sekuritas, dan beberapa tuduhan lainnya. Valerie Lau Beckman adalah seorang pengacara yang pernah menjabat sebagai penasihat hukum umum untuk Industry Ventures, sebuah dana startup, dan bekerja sama dengan On, yang sebelumnya dikenal sebagai GameOn Technology.
Sejak didirikan pada tahun 2014, On telah berhasil mengumpulkan lebih dari $125 juta dalam bentuk investasi dari perusahaan modal ventura seperti B3 Capital dan Quest Venture Partners, serta dari berbagai selebriti, termasuk legenda NFL yang sudah pensiun, Joe Montana, dan bintang NBA yang juga sudah pensiun, André Iguodala, menurut Pitchbook. Jaksa mengungkapkan bahwa "di sebagian besar tahun, pendapatan tahunan GameOn secara material kurang dari $500.000."
Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam dunia startup dan investasi. Penipuan seperti ini dapat merugikan tidak hanya investor, tetapi juga ekosistem startup secara keseluruhan. Dengan adanya tuduhan ini, banyak yang berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi pendiri startup lainnya untuk selalu menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan bisnis.
startup AI penipuan dana investor San Francisco