Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan perubahan kebijakan federal yang menyatakan bahwa pemerintah hanya mengakui dua gender, yaitu laki-laki dan perempuan. Pernyataan ini disampaikan saat upacara pelantikannya pada hari Senin. Dalam seremoninya, Trump menegaskan, "Mulai sekarang, kebijakan pemerintah Amerika Serikat adalah bahwa hanya ada dua gender: laki-laki dan perempuan."
Setelah pernyataannya, Trump segera menandatangani perintah eksekutif yang mengkritik apa yang disebutnya "ideologi gender". Dalam perintah tersebut, dijelaskan bahwa jenis kelamin seseorang adalah "tidak dapat diubah dan berakar pada kenyataan yang fundamental dan tak terbantahkan."
Perintah eksekutif ini, yang banyak dipandang sebagai upaya tidak ilmiah untuk membatasi hak-hak orang transgender dan orang-orang dengan identitas gender yang luas, juga menginstruksikan lembaga pemerintah untuk memastikan bahwa dokumen identifikasi yang dikeluarkan pemerintah, seperti paspor dan visa, mencerminkan jenis kelamin pemegangnya, bukan identitas gender mereka.
Meskipun kebijakan ini hanya berdampak pada kebijakan federal, implikasinya sangat luas. Hanya dalam waktu sepuluh tahun sejak Facebook menerapkan kebijakan "nama asli" yang menyulitkan orang untuk memiliki akun dengan nama yang berbeda dari yang ada di identitas mereka, sekarang banyak platform media sosial yang kembali menjadi kurang aman bagi komunitas LGBTQ+. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya argumen dari beberapa perusahaan, seperti Meta, yang mengklaim bahwa orang-orang transgender mengalami "penyakit mental".
Namun, di tengah tantangan ini, satu area yang tetap menjadi tempat aman bagi banyak orang adalah aplikasi kencan. Aplikasi kencan dianggap menjadi tempat di mana orang-orang dapat mengekspresikan diri mereka dengan lebih bebas dan menemukan pasangan tanpa takut akan diskriminasi yang mungkin mereka hadapi di dunia nyata. Dengan begitu, aplikasi kencan berpotensi menjadi pelindung bagi komunitas LGBTQ+ di saat-saat sulit ini.
Kebijakan baru ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang masa depan hak-hak LGBTQ+ di Amerika Serikat. Banyak yang berharap agar aplikasi kencan dapat terus menjadi ruang aman bagi mereka yang merasa terpinggirkan dan ingin menemukan cinta tanpa batasan gender yang kaku.
Trump dua gender kebijakan LGBTQ+ aplikasi kencan