Israel telah membebaskan 200 tahanan Palestina pada hari Sabtu setelah Hamas menyerahkan empat tentara wanita Israel kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Konvoi bus yang mengangkut para tahanan yang dibebaskan tiba di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki. Menurut kelompok advokasi Palestinian Prisoners Club, salah satu yang dibebaskan adalah Mohammed al-Tous, 69 tahun, yang telah menghabiskan waktu terlama dalam penahanan Israel.
Pertukaran ini menandai pertukaran kedua sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari. Dalam pertukaran pertama, Hamas membebaskan tiga warga sipil wanita Israel sebagai imbalan untuk 90 tahanan Palestina.
Berdasarkan ketentuan kesepakatan, Israel diharapkan membebaskan 50 tahanan Palestina untuk setiap tentara wanita Israel yang dibebaskan. Kesepakatan ini menandai langkah penting dalam upaya untuk mengurangi ketegangan antara kedua belah pihak.
Masyarakat Palestina menyambut baik pembebasan ini, dan diharapkan lebih banyak lagi tahanan akan dibebaskan dalam waktu dekat. Namun, situasi di daerah tersebut tetap kompleks dan memerlukan perhatian dari komunitas internasional.
Israel Palestina tahanan gencatan senjata Hamas