Either/Or Part II karya Søren Kierkegaard mengajak pembaca untuk merenungkan makna dari kehidupan etis. Dalam bagian ini, Judge Wilhelm, tokoh yang berperan penting dalam karya ini, menekankan pentingnya memilih hidup secara etis daripada sekadar mengikuti keinginan dan kesenangan. Berbeda dengan bagian pertama yang lebih puitis dan menggugah, bagian kedua ini lebih serius dan penuh pemikiran.
Kierkegaard menjelaskan bahwa "either/or" bukan sekadar pilihan antara dua hal, tetapi merupakan pertarungan antara dua cara hidup: estetis dan etis. Orang yang hidup secara estetis cenderung mencari kesenangan dan menghindari komitmen, sedangkan hidup secara etis muncul dari kebebasan dan tanggung jawab. Menurut Kierkegaard, memilih secara etis berarti membentuk diri kita sendiri dari kemungkinan yang ada.
Misalnya, menikah bukan hanya mengikuti norma sosial, tetapi merupakan pilihan untuk setia, yang menunjukkan kebebasan kita sebagai manusia. Pilihan ini mengangkat kita dari naluri hewani menjadi makhluk yang lebih tinggi.
Meskipun prosa dalam karya ini bisa terasa lamban dan berat, pentingnya pemikiran Judge Wilhelm tidak bisa diabaikan. Tanpa meditasi ini, pemikiran filsafat eksistensialisme yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Jean-Paul Sartre dan Albert Camus mungkin tidak akan ada. Kierkegaard mengutip bahwa keputus-asaan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi sebuah proses penting sebelum kita menemukan jalan menuju penebusan.
Menurut Kierkegaard, merasakan keputus-asaan berarti kita terbangun dari kenyataan. Dengan menyadari bahwa hidup estetis tidak memuaskan, kita dapat melihat harapan untuk sesuatu yang lebih besar. Either/Or mengajak kita untuk menyadari keadaan manusia yang universal.
Di inti karya ini, Kierkegaard mengajak kita untuk tidak terjebak dalam pemikiran abstrak, melainkan untuk menghadapi kenyataan hidup kita. Dengan memilih, kita belajar untuk menjadi diri kita sendiri. Apa lagi yang bisa ditawarkan oleh sebuah karya filsafat selain membangunkan kesadaran kita akan diri kita sendiri?
Kierkegaard Either/Or etika filsafat eksistensialisme