Owen Flanagan, seorang profesor emeritus di bidang filosofi dan neurobiologi di Universitas Duke, mengemukakan pandangannya mengenai kecanduan dalam esainya. Flanagan, yang pernah berjuang melawan kecanduan alkohol dan obat-obatan selama lebih dari 20 tahun, berpendapat bahwa kecanduan adalah sesuatu yang lebih rumit daripada sekedar penyakit.
Dalam tulisannya, Flanagan menjelaskan bahwa ia memiliki pengalaman pribadi yang mungkin berbeda dengan para ilmuwan dan psikolog lainnya yang mempelajari kecanduan. "Saya telah mengalami kecanduan alkohol dan benzodiazepin dari akhir 1970-an hingga awal 2000-an," ujarnya. Meskipun ia tidak mengklaim bahwa pengalamannya memberinya otoritas khusus dalam mendefinisikan kecanduan, Flanagan merasa bahwa ia dapat memberikan wawasan yang lebih dari sekedar teori.
Flanagan menjelaskan bahwa ia telah berinteraksi dengan berbagai orang yang mengalami kecanduan, termasuk pecandu alkohol, pengguna narkoba, dan mereka yang kecanduan ganja. Dari pengalamannya, ia menemukan bahwa kebanyakan dari mereka tidak memandang kecanduan sebagai "penyakit otak."
"Kecanduan mengkonsumsi dan meresap ke dalam seluruh diri seseorang dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh penyakit lain, yang biasanya memiliki lokasi fisik di dalam tubuh," lanjut Flanagan. Ia berpendapat bahwa lebih akurat jika kecanduan disebut sebagai sebuah gangguan, karena kecanduan membuat seseorang tidak bisa berkoordinasi dengan penilaian terbaiknya tentang apa dan bagaimana ia ingin menjadi.
Pandangan Flanagan ini diambil dari bukunya yang baru diterbitkan berjudul “What Is It Like to Be an Addict?”, yang diterbitkan oleh Oxford University Press. Dalam bukunya, ia berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pengalaman kecanduan.
Owen Flanagan kecanduan penyakit alkohol psikologi