Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Trump Dorong Negara Arab Terima Lebih Banyak Pengungsi Palestina

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan keinginannya agar Yordania, Mesir, dan negara-negara Arab lainnya menerima lebih banyak pengungsi Palestina dari Gaza. Pernyataan ini disampaikan Trump pada hari Sabtu, dengan harapan dapat memindahkan cukup banyak penduduk sehingga dapat "membersihkan" daerah yang dilanda perang tersebut.

Dalam percakapan telepon dengan Raja Abdullah II dari Yordania, Trump memuji negara tersebut yang telah berhasil menerima pengungsi Palestina. "Saya ingin Anda menerima lebih banyak lagi karena saya melihat seluruh Jalur Gaza saat ini dan itu berantakan, benar-benar berantakan," kata Trump.

Trump juga menyatakan niatnya untuk berbicara dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sissi, pada hari Minggu. Ia menambahkan, "Saya ingin Mesir menerima orang-orang." Menurut Trump, mungkin ada sekitar satu setengah juta orang yang bisa dipindahkan dari Gaza, dan ia berharap hal ini bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Pindahnya orang-orang dari Gaza mengingatkan banyak orang Palestina akan kenangan kelam dalam sejarah mereka, yang dikenal sebagai Nakba atau bencana. Ini merujuk pada pengungsian massal orang Palestina ketika negara Israel dibentuk pada tahun 1948.

Mesir sebelumnya telah memperingatkan tentang kemungkinan "pemindahan paksa," yang diungkapkan el-Sissi dapat mengancam perjanjian damai yang telah ada sejak tahun 1979 dengan Israel.

Menurut data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yordania saat ini sudah menampung sekitar 2,3 juta pengungsi Palestina terdaftar. Ini menunjukkan bahwa Yordania telah menjadi salah satu negara yang paling banyak menerima pengungsi Palestina.

Inisiatif Trump ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional mengenai dampak dan implikasinya terhadap situasi keamanan dan kemanusiaan di kawasan tersebut.

library_books Dwnews