Pelajar di Jerman diketahui dapat dengan cepat menemukan informasi di internet, namun banyak dari mereka kesulitan dalam menilai kualitas informasi tersebut. Hal ini terungkap dalam hasil terbaru dari PISA (Program for International Student Assessment) yang dilaksanakan oleh OECD (Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi).
Samuel Greiff, yang merupakan kepala PISA di Jerman dan berasal dari Zentrum für internationale Bildungsvergleichsstudien di Technische Universität München, menyatakan bahwa situasi ini memerlukan perhatian serius. "Kita perlu segera mengambil tindakan untuk mempersiapkan remaja menghadapi tantangan di dunia digital," ujarnya.
PISA adalah studi internasional yang mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun di tiga bidang utama: membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan. Studi ini dilakukan setiap tiga tahun sekali dan melibatkan ribuan siswa dari berbagai negara.
Hasil dari studi PISA terbaru, yang diadakan pada tahun 2022, sebagian besar dipresentasikan pada bulan Desember 2023. Pada studi ini, sekitar 6.100 siswa yang dipilih secara representatif dari sekitar 260 sekolah di seluruh Jerman diuji kemampuannya. Tim peneliti dari TU München juga melakukan evaluasi khusus terhadap kemampuan digital siswa.
Kesulitan dalam menilai informasi yang ditemukan di internet menjadi tantangan penting bagi pendidikan di Jerman. Di era digital yang semakin maju, keterampilan untuk menilai informasi dengan baik sangat diperlukan. Hal ini tidak hanya penting untuk pendidikan, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari siswa di masa yang akan datang.
Dengan hasil ini, diharapkan akan ada langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menilai dan menggunakan informasi yang mereka temukan di internet. Pendidikan yang lebih baik dalam hal literasi digital sangat diperlukan untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan global.
PISA Jerman informasi pelajar digital