Di Auschwitz-Birkenau, sebuah tempat yang dikenal sebagai kamp konsentrasi Nazi, terjadi acara peringatan yang sangat berarti untuk memperingati 80 tahun pembebasan tempat tersebut. Acara ini dimeriahkan dengan pencahayaan merah yang menerangi gerbang utama kamp, yang dikelilingi oleh tenda raksasa. Di depan gerbang, terdapat sebuah kereta barang tua yang digunakan oleh Nazi untuk membawa para korban.
Acara ini dihadiri oleh delegasi dari 56 negara, termasuk Jerman yang diwakili oleh Presiden Frank-Walter Steinmeier dan Kanselir Olaf Scholz. Momen ini menjadi pengingat penting bagi semua orang tentang sejarah kelam yang terjadi di tempat itu selama Perang Dunia II.
Berbeda dengan acara-acara resmi lainnya, kali ini tidak ada pidato dari para politisi. Sebaliknya, kesempatan diberikan kepada para penyintas Auschwitz untuk berbagi kisah mereka. Salah satu penyintas, Tova Friedman, mengingat kembali saat ia dibawa ke kamp di usia lima setengah tahun. Ia berkata, "Saya seukuran dengan anjing gembala Jerman, saya bisa melihat ke mata mereka saat tiba di Auschwitz." Tova menyaksikan dengan mata kepalanya ketika anak-anak Yahudi dari barak sebelah dibawa langsung ke kamar gas.
Penyintas lainnya, Leon Weintraub, juga menceritakan pengalaman pahitnya. Ia mengingat saat ia tiba di kamp, di mana ia dicukur habis, diobati dengan desinfektan yang menyengat, dan dipakaikan pakaian compang-camping. "Dengan cara itu, mereka mengambil kemanusiaan kami. Kami dianggap seperti barang sekali pakai," ujarnya.
Presiden Steinmeier juga berbicara tentang pentingnya mengingat sejarah. Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Auschwitz-Birkenau dan kamp konsentrasi lainnya adalah bagian dari sejarah kita dan identitas yang harus kita hadapi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk tidak melupakan masa lalu agar tidak terulang kembali di masa depan.
Acara ini juga dihadiri oleh banyak pemimpin dunia lainnya, termasuk Presiden Polandia Andrzej Duda, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Raja Inggris Charles III, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Namun, kehadiran dari pemerintah Amerika Serikat dan Israel tidak sekuat harapan. Wakil Presiden AS, Kamala Harris, tidak hadir seperti yang direncanakan sebelumnya. Delegasi AS dipimpin oleh utusan Timur Tengah, Witkoff, dan calon Menteri Perdagangan, Lutnick. Dari Israel, hanya Menteri Pendidikan, Kisch, yang hadir.
Acara ini menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya mengenang sejarah dan menghormati para korban yang mengalami penderitaan di Auschwitz-Birkenau. Dengan kehadiran para penyintas dan pemimpin dunia, diharapkan kita semua dapat lebih memahami dan menghargai nilai kemanusiaan serta pentingnya perdamaian di masa kini.
Auschwitz-Birkenau peringatan pembebasan penyintas pemimpin dunia