Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Olaf Scholz Kritik Terhadap Elon Musk Terkait Politik Eropa

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengungkapkan kritik tajam terhadap miliarder teknologi, Elon Musk, pada hari Selasa. Kritik ini disampaikan Scholz di sebuah acara kampanye pemilihan, di mana ia menuduh Musk mendukung politisi kanan di seluruh Eropa. Scholz menyatakan, "Ini benar-benar widerlich (menjijikkan)." Pernyataan tersebut diucapkan dalam menjawab pertanyaan seorang jurnalis dari CNN.

Musk sebelumnya telah terlibat dalam kampanye pemilihan di Jerman, khususnya mendukung Alternative für Deutschland (AfD), sebuah partai politik yang dikenal memiliki pandangan kanan. Ia telah melakukan beberapa langkah untuk mendukung partai tersebut, termasuk melakukan percakapan langsung di platform X dengan kandidat kanselir AfD, Alice Weidel, serta menulis artikel di koran WELT yang memberikan rekomendasi untuk memilih AfD.

Baru-baru ini, Musk juga berbicara melalui video dalam acara pembukaan kampanye AfD di Halle (Saale). Dalam kesempatan itu, ia menyatakan bahwa masyarakat terlalu fokus pada kesalahan masa lalu. Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum Jerman memperingati pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz, yang menjadi momen penting dalam sejarah Holocaust.

Menanggapi pernyataan Musk, Scholz mengungkapkan kemarahannya. Dia menekankan bahwa dukungan Musk untuk posisi kanan sangat mengkhawatirkan, terutama mengingat peran Jerman dalam sejarah Holocaust, di mana jutaan orang Yahudi dibunuh. Scholz menegaskan bahwa Jerman memiliki tanggung jawab historis yang harus diakui dan dipenuhi di masa depan.

Kritik ini menambah ketegangan dalam diskusi mengenai peran tokoh publik dalam politik Eropa, terutama ketika mereka memiliki pengaruh besar seperti Elon Musk. Scholz berharap agar masyarakat dapat lebih bijaksana dalam memilih pemimpin dan memahami pentingnya sejarah.

library_books Tagesschau