Ketegangan di Demokratisches Republik Kongo (DRK) telah mencapai puncaknya di ibu kota Kinshasa, di mana demonstrasi besar-besaran terjadi. Para demonstran menyerang kedutaan besar dari beberapa negara, termasuk Prancis, Rwanda, Belgia, dan Belanda.
Unjuk rasa ini dipicu oleh kemajuan yang dicapai oleh kelompok pemberontak M23 di bagian timur negara tersebut. Kelompok ini mengklaim telah mengambil alih kota besar Goma, yang memiliki populasi sekitar dua juta jiwa, pada awal minggu ini.
Di Kinshasa, para demonstran menuntut agar komunitas internasional memberikan tekanan kepada Rwanda untuk menghentikan dukungannya terhadap kelompok M23. Namun, pemerintah Rwanda telah membantah adanya campur tangan dalam konflik ini. Baik pemerintah Kinshasa maupun para ahli dari PBB menuduh Rwanda memberikan dukungan kepada M23 dan juga memiliki pasukan di wilayah timur Kongo.
Pada bulan Desember 2024, upaya untuk melakukan negosiasi damai antara DRK dan Rwanda yang dimediasi oleh Angola gagal. Provinsi Nord-Kivu dan Sud-Kivu, yang kaya akan sumber daya alam, telah terjebak dalam konflik selama lebih dari tiga dekade.
Kerusuhan di Kinshasa semakin memperburuk situasi di DRK, yang sudah lama dilanda ketidakstabilan. Para pemimpin dunia dihimbau untuk segera mencari solusi agar situasi ini tidak semakin memburuk.
Kerusuhan Kinshasa M23 Goma Ruanda