Anggota komunitas keamanan nasional semakin vokal dalam memberikan peringatan kepada mereka yang merayakan keberhasilan DeepSeek, sebuah perusahaan asal China yang mengklaim telah menciptakan model kecerdasan buatan (AI) yang setara dengan produk dari raksasa teknologi Amerika, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah. Mereka mendesak agar masyarakat, terutama yang bekerja di pemerintahan atau bidang keamanan, untuk tidak menggunakan aplikasi ini.
DeepSeek berlokasi di kota Hangzhou, China. Dalam kebijakan privasinya, DeepSeek menyatakan bahwa informasi pribadi yang dikumpulkannya dari pengguna, seperti pola atau ritme pengetikan dan alamat IP, disimpan "di server yang aman yang terletak di Republik Rakyat China." Ini menimbulkan kekhawatiran karena data yang dikumpulkan bisa diakses oleh pemerintah China, yang memiliki kewenangan luas untuk meninjau data perusahaan yang beroperasi di negaranya.
Para peneliti keamanan juga telah mengungkapkan bahwa DeepSeek mengirimkan data pribadi pengguna seperti nomor telepon dan aktivitas aplikasi kembali ke China. Ini menjadi masalah yang signifikan, terutama setelah kasus lain yang melibatkan perusahaan-perusahaan China yang menghadapi kritik serupa.
Peringatan ini menggarisbawahi pentingnya bagi pengguna untuk memahami risiko yang mungkin timbul dari penggunaan aplikasi yang beroperasi di bawah hukum dan regulasi yang berbeda. Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam memilih aplikasi yang digunakan, terutama yang berhubungan dengan data pribadi dan keamanan.
DeepSeek aplikasi AI keamanan nasional China informasi pribadi