Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Tragedi di Kumbh Mela: 30 Orang Tewas dalam Massenpanik

Prayagraj, India – Pada pagi hari festival Kumbh Mela di Prayagraj, utara India, terjadi tragedi ketika ribuan orang Hindu mengantre untuk melakukan ritual pencucian di sungai. Menurut pihak berwenang, setidaknya 30 orang kehilangan nyawa dan 60 lainnya mengalami luka-luka akibat kerumunan yang tidak terhindarkan.



Kumbh Mela adalah festival keagamaan besar yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Tahun ini, lebih dari 80 hingga 100 juta orang diperkirakan hadir di Prayagraj untuk merayakan festival ini. Di lokasi, para peziarah berkumpul di dekat pertemuan sungai Gangga dan Yamuna, yang dianggap suci oleh umat Hindu.



Menurut laporan, kerumunan semakin bertambah dan menyebabkan barrier keamanan yang ada menjadi hancur, sehingga menimbulkan kepanikan di antara para peziarah. Banyak saksi mata melaporkan bahwa mereka merasa terjebak dan sulit untuk bergerak. "Banyak orang jatuh satu sama lain," kata salah satu saksi.



Setelah insiden tersebut, para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Situasi di lokasi sempat dianggap tidak terkendali dan pihak berwenang membutuhkan waktu lebih dari 16 jam untuk merilis angka resmi korban. Namun, saat ini kondisi di sekitar lokasi sudah kembali tenang dan festival dilanjutkan.



Untuk mencegah terjadinya insiden serupa, sekitar 40.000 petugas keamanan dikerahkan di lokasi. Selain itu, ribuan kamera pengawas, termasuk beberapa yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan, dipasang untuk memantau keadaan. 26 jembatan ponton juga dibangun di atas sungai untuk membantu mengatur aliran peziarah menuju kedua sisi sungai.



Festival Kumbh Mela berlangsung selama enam minggu, dengan puncaknya adalah ritual pencucian di tempat pertemuan sungai-sungai suci. Para peziarah percaya bahwa dengan mandi di sungai, mereka dapat membersihkan diri dari dosa-dosa mereka. Hari Rabu yang lalu adalah salah satu dari hari-hari "mandi agung" yang paling ditunggu-tunggu.

library_books Tagesschau