Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Alex Jones Kembali Populer di X Setelah Dihapus Selama Lima Tahun

Alex Jones, seorang tokoh kontroversial dan pemilik situs web Infowars, kembali menjadi sorotan setelah akun-akunnya di X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, diaktifkan kembali oleh Elon Musk pada bulan Desember 2023. Tindakan ini terjadi setelah Jones dilarang selama lima tahun karena penyebaran informasi yang salah.

Sejak kembalinya ke X, pengikut Jones telah meningkat secara signifikan. Menurut analisis dari The Social Studies Group, jumlah pengikutnya telah lebih dari dua kali lipat, dari sekitar 1,8 juta menjadi lebih dari 3,9 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa banyak orang kembali tertarik dengan konten yang dibagikan oleh Jones.

Engagement atau keterlibatan pengguna terhadap akun Jones juga mengalami lonjakan. Pada tahun 2017, tahun terakhir sebelum dia dilarang, Jones menerima sekitar 7,7 juta sebutan (termasuk retweet dan bagikan) di akun pribadinya dan Infowars. Namun, pada tahun lalu, sebutan untuknya meningkat tajam menjadi 27 juta. Tahun ini, Jones diperkirakan akan menerima lebih dari 60 juta sebutan, yang menunjukkan popularitasnya yang semakin meningkat di platform tersebut.

Elon Musk, yang juga dikenal sebagai pendiri perusahaan mobil listrik Tesla dan SpaceX, tampaknya mendapatkan dukungan dari para pengikut Jones, yang semakin memperkuat posisinya di X. Hal ini menunjukkan bagaimana platform media sosial dapat mempengaruhi opini publik dan membentuk komunitas baru.

Dengan meningkatnya pengikut dan sebutan, Alex Jones kini kembali menjadi salah satu suara yang dominan di media sosial, meskipun banyak yang tetap mempertanyakan keakuratan informasi yang dia bagikan. Kontroversi seputar Jones dan Infowars menunjukkan tantangan yang dihadapi platform seperti X dalam mengatur penyebaran informasi yang mungkin salah atau menyesatkan.

Perkembangan ini menarik untuk diikuti, terutama bagaimana dampaknya terhadap percakapan publik dan kepercayaan pada informasi yang beredar di media sosial.

library_books Forbes