Israel secara resmi memutuskan hubungan dengan UNRWA, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas membantu pengungsi Palestina. Keputusan ini diumumkan pada Kamis, 30 Januari 2025, dan langsung menarik perhatian dunia.
Menurut laporan dari AFP, Israel menuduh UNRWA memiliki hubungan dekat dengan kelompok Hamas, yang berkuasa di Jalur Gaza. Tuduhan ini muncul setelah serangan yang terjadi pada 7 Oktober 2023, yang menurut Tel Aviv, merupakan hasil dukungan dari karyawan UNRWA.
Sebagai langkah selanjutnya, UNRWA akan dilarang beroperasi di wilayah Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menyatakan, "Mulai tanggal 30 Januari dan sesuai dengan hukum Israel, Israel tidak akan melakukan kontak dengan UNRWA."
UNRWA telah menyediakan bantuan bagi pengungsi Palestina di berbagai negara di Timur Tengah selama lebih dari 70 tahun. Namun, badan ini juga telah lama berselisih dengan pejabat Israel. Perselisihan ini semakin meningkat setelah serangan Hamas yang diklaim Israel.
Marmorstein juga menekankan bahwa, "Bantuan kemanusiaan tidak sama dengan UNRWA, dan UNRWA tidak sama dengan bantuan kemanusiaan." Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran Israel terhadap peran UNRWA dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi.
Menanggapi langkah Israel, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan penyesalannya. Dia meminta agar pemerintah Israel membatalkan keputusan tersebut. "Saya menyesalkan keputusan ini dan meminta agar pemerintah Israel mencabutnya," ujar Guterres. Menurutnya, "Peran UNRWA tidak tergantikan."
Keputusan ini tentunya membawa dampak besar bagi para pengungsi Palestina yang memerlukan bantuan. Tanpa adanya UNRWA, banyak yang khawatir akan kekurangan bantuan kemanusiaan yang sangat penting bagi mereka.
Israel UNRWA pengungsi Palestina Hamas PBB