Pada Rabu malam, sebuah pesawat penumpang yang membawa 64 orang mengalami kecelakaan tragis di Washington, DC. Pesawat tersebut jatuh ke Sungai Potomac setelah bertabrakan dengan sebuah helikopter militer sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Hingga berita ini diturunkan, media melaporkan bahwa setidaknya 18 jenazah telah ditemukan di lokasi kejadian.
Di antara penumpang pesawat terdapat sekelompok atlet seluncur es yang sedang dalam perjalanan pulang dari kamp pelatihan di Wichita. "Kami sangat terpukul oleh tragedi yang tidak dapat diungkapkan ini dan kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban," ungkap pernyataan resmi dari federasi olahraga seluncur es Amerika, "US Figure Skating."
Laporan dari media Rusia menyebutkan bahwa pasangan seluncur es asal Rusia, Jewgenija Schischkowa dan Wadim Naumow, juga berada di dalam pesawat tersebut. Pasangan ini adalah juara dunia tahun 1994 dan saat ini bekerja sebagai pelatih.
Helikopter militer yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dilaporkan sedang dalam misi pelatihan malam dengan tiga prajurit di dalamnya. Helikopter tersebut juga jatuh ke Sungai Potomac setelah tabrakan.
Sekitar 300 petugas penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian. Menurut Kepala Pemadam Kebakaran John, kondisi pencarian sangat sulit. "Kegelapan, angin kencang, suhu rendah, dan air sungai yang keruh menghalangi para penyelam dalam mencari korban," katanya.
Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa dia telah menerima informasi lengkap tentang "kecelakaan yang mengerikan" ini. "Semoga Tuhan memberkati jiwa mereka," tulis Trump merujuk pada para korban. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para petugas yang melakukan "pekerjaan yang luar biasa."
Penyebab pasti dari tabrakan ini masih belum jelas. Beberapa menit sebelum mendarat, para pengatur lalu lintas udara bertanya kepada pesawat yang sedang mendekat apakah bisa mendarat di landasan alternatif yang lebih pendek di Bandara Nasional Reagan. Para pilot mengonfirmasi dan mengubah arah pesawat.
Kurang dari 30 detik sebelum tabrakan, seorang pengatur lalu lintas udara bertanya kepada helikopter apakah mereka melihat pesawat yang mendekat. Setelah itu, terjadi komunikasi radio lebih lanjut sebelum akhirnya terjadi tabrakan.
Washington pesawat jatuh helikopter militer tragedi korban