Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Fenomena Tanah Gerak Hancurkan Puluhan Rumah di Pasuruan

Pasuruan, 28 Januari 2025 - Fenomena tanah gerak terjadi di Kabupaten Pasuruan, menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Kejadian ini dirasakan oleh warga di RT 01 RW 08 Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi. Dalam beberapa hari terakhir, banyak rumah mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang tidak biasa ini.

Menurut keterangan warga, kejadian tanah gerak mulai terasa sejak Selasa sore lalu. Dampak dari pergerakan tanah ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada permukiman dan akses jalan utama. Hal ini membuat kondisi di wilayah tersebut menjadi berbahaya bagi penghuninya.

Darmanto, salah satu warga yang terkena dampak, mengaku sangat terkejut ketika melihat tembok rumahnya retak-retak. Ia juga mengungkapkan bahwa lantai keramik rumahnya pecah dan mengelupas dengan sendirinya. "Kemarin lihat lantainya pecah dan mengelupas disertai bunyi keras. Tembok ruang tamu saya juga retak dan pecah," ungkap Darmanto pada Kamis pagi.

Akibat kerusakan yang terjadi, Darmanto dan puluhan warga lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. "Mau balik ke rumah takut longsor, mending ditinggal saja," tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, memberikan penjelasan mengenai fenomena ini. Ia menyatakan bahwa tanah gerak ini menyebabkan kerusakan parah pada 16 rumah yang berada dekat dengan tebing. "Paling parah ada 16 rumah warga terdampak, dan posisinya kebanyakan dekat dengan tebing," jelasnya.

Sugeng juga mengungkapkan bahwa total ada 47 rumah yang terkena dampak dari fenomena ini. Dari jumlah tersebut, 16 rumah mengalami kerusakan paling parah, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Total warga yang tinggal di 47 rumah tersebut mencapai 176 orang.

"Kalau total KK-nya ada 47 KK. Sedangkan yang parah ada 16 rumah dengan 57 orang penghuninya. Kalau total warga terdampak ada 176 jiwa," ucap Sugeng.

Sebagai langkah penanganan, seluruh warga yang terdampak kini diungsikan ke SDN Cowek 2 untuk sementara waktu sampai situasi benar-benar aman. Warga berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi dan ingin segera kembali ke rumah mereka.

library_books Pemkabpasuruan