Surabaya - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengadakan rapat pengarahan yang dihadiri oleh Asisten Intelijen, I Ketut Maha Agung, pada Kamis (30/01/25). Rapat ini membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan diadakan di Media Center Kejati Jatim. Rapat dipimpin oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan RI, Reda Manthovani.
Dalam pengarahan tersebut, Reda Manthovani menekankan pentingnya pendampingan dan penegakan hukum dalam mendukung program prioritas pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabumin Raka. Program MBG ini bertujuan untuk memberikan gizi yang cukup kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan.
Reda juga berharap agar seluruh jajaran Intelijen Kejaksaan dapat memiliki pemahaman yang sama dan bersatu dalam melaksanakan fungsi intelijen. "Kita perlu memastikan masyarakat mengetahui tujuan dan tahapan program MBG ini. Sosialisasi dan edukasi yang tepat sangat penting agar masyarakat bisa berperan aktif dalam mengawasi program ini," ungkapnya.
Jamintel memberikan empat poin penting sebagai arahan untuk mendukung kesuksesan program MBG:
- Bangun koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memetakan potensi dini terhadap ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) di wilayah masing-masing.
- Sajikan analisis intelijen yang mendalam kepada pimpinan untuk memastikan keberhasilan program MBG.
- Manfaatkan sistem yang sudah ada agar pelaporan kepada pimpinan dapat dilakukan dengan cepat.
- Optimalkan program jaga desa, termasuk pemanfaatan aplikasi jaga desa untuk memonitoring dana desa agar tepat sasaran.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat jaring pengaman sosial. Dengan program ini, diharapkan setiap individu, terutama yang terdampak, dapat memperoleh gizi yang cukup. Masyarakat diharapkan juga berperan aktif dalam menyukseskan program ini.
Kejaksaan Makan Bergizi program pemerintah Surabaya intelijen