Dua puluh anak Palestina yang sakit dan terluka telah dievakuasi dari Jalur Gaza ke Mesir melalui perbatasan Rafah, yang merupakan satu-satunya akses ke Mesir. Sebelumnya, perbatasan ini telah ditutup selama hampir sembilan bulan. Penutupan ini terjadi setelah militer Israel mengambil alih kendali di pihak Palestina akibat operasi militer.
Rekaman televisi menunjukkan sebuah ambulans dari Palang Merah Palestina mendekati gerbang perbatasan, di mana beberapa anak kemudian dipindahkan ke ambulans di sisi Mesir. Menurut Kementerian Kesehatan yang dikuasai oleh organisasi Hamas di Gaza, anak-anak tersebut didampingi oleh anggota keluarga mereka saat proses evakuasi berlangsung.
Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bahwa anak-anak ini sangat membutuhkan perawatan medis yang tidak bisa mereka dapatkan di Gaza. Evakuasi ini merupakan langkah awal dalam rencana untuk secara teratur mengizinkan warga Palestina yang terluka untuk mendapatkan perawatan medis di luar negeri.
Perbatasan Rafah menjadi sangat penting bagi warga Gaza, terutama setelah terjadi eskalasi konflik yang telah mengakibatkan banyak korban. Pada 19 Januari lalu, sebuah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku. Kesepakatan ini mencakup, antara lain, pembebasan sandera yang ditahan di Gaza oleh Hamas sebagai imbalan untuk pembebasan tahanan Palestina yang ada di penjara Israel.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan akses bagi pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar Gaza dapat diperluas, memberikan harapan baru bagi mereka yang menderita akibat konflik yang berkepanjangan.
anak Palestina Gaza Mesir kesehatan evakuasi