Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa setidaknya 70 orang, termasuk 10 anak-anak, telah tewas akibat serangan oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak awal tahun 2025. Jumlah korban terbagi menjadi beberapa daerah, dengan 38 orang tewas di Jenin, 15 di Tubas, enam di Nablus, lima di Tulkarem, tiga di Hebron, dua di Bethlehem, dan satu di Jerusalem Timur yang diduduki. Di antara yang tewas terdapat seorang wanita dan dua orang Palestina lanjut usia.
Sementara itu, kepresidenan Palestina mengeluarkan peringatan keras terhadap upaya Israel untuk "meningkatkan agresi" di Tepi Barat yang diduduki. Mereka menuduh Tel Aviv merencanakan pemindahan paksa keluarga Palestina dari rumah mereka. Dalam sebuah pernyataan, para pejabat mengecam apa yang mereka sebut "perluasan konflik yang berbahaya" dan mendesak pemerintahan Amerika Serikat untuk campur tangan dan menghentikan kekerasan sebelum memicu "ledakan" di seluruh wilayah.
"Kami sangat kecewa dengan peningkatan kekerasan mematikan yang melanda Jenin dan daerah-daerah lain di Tepi Barat yang diduduki," ujar sekelompok pelapor khusus PBB dan para ahli independen dalam peringatan mereka minggu lalu. "Represi yang dilakukan oleh Israel tampaknya tidak ada habisnya."
Mereka menambahkan bahwa pemerintah Israel harus memerintahkan militer dan pasukan keamanannya untuk segera menghentikan penggunaan kekuatan yang berlebihan dan menunjukkan kendali, serta menarik pasukannya dari Tepi Barat yang diduduki, sesuai dengan perintah Mahkamah Internasional (ICJ) pada Juli 2024.
Sejak dimulainya perang di Gaza, pasukan Israel atau pemukim telah membunuh setidaknya 873 orang Palestina di Tepi Barat, menurut kementerian kesehatan. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan internasional dan seruan untuk perdamaian di kawasan.
Tepi Barat kekerasan Palestina Israel korban tewas