Administrasi Trump telah melakukan serangan yang sangat besar terhadap Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Serangan ini tidak hanya terbatas pada pemotongan anggaran, tetapi juga merupakan ancaman serius bagi bantuan internasional dan keselamatan global. Hal ini disampaikan oleh Dylan Matthews dari Vox.
Salah satu langkah yang diambil adalah pemecatan pegawai, bahkan ada kemungkinan penghapusan lembaga tersebut secara keseluruhan. Ini bukan sekadar kebijakan, tetapi juga menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap hukum. Menurut hukum, presiden tidak dapat secara sepihak menolak menggunakan dana yang telah ditentukan oleh Kongres.
Selain itu, Elon Musk, seorang sekutu Trump dan orang terkaya di dunia, telah mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak berdasar dan aneh. Dia menyebutkan bahwa lembaga ini hanya merupakan "tempat korupsi". Matthews menekankan pentingnya mengingat pekerjaan yang telah dilakukan oleh USAID. Lembaga ini telah menyelamatkan jutaan nyawa di berbagai belahan dunia.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa bantuan internasional yang sangat dibutuhkan akan terancam, dan ini bisa berdampak pada banyak negara yang bergantung pada dukungan tersebut. USAID memiliki peran penting dalam berbagai program kemanusiaan, kesehatan, dan pembangunan di seluruh dunia. Dengan semua perubahan ini, masa depan USAID menjadi tidak pasti dan bisa berpengaruh buruk pada upaya-upaya global untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Trump USAID bantuan internasional Elon Musk kebijakan