Jakarta – Julia Sebutinde, presiden sementara Pengadilan Internasional (ICJ), sedang menghadapi tuduhan plagiarisme. Tuduhan ini muncul setelah sebuah studi oleh peneliti Palestina, Majd Abuamer, yang dilakukan untuk buku mendatang oleh akademisi Amerika, Norman Finkelstein. Studi tersebut mengklaim bahwa "setidaknya 32 persen" dari pendapat berbeda Sebutinde mengenai pendudukan Israel di Palestina diduga merupakan hasil plagiarisme.
Finkelstein menjelaskan bahwa saat pertama kali membaca pendapat berbeda dari hakim asal Uganda ini, ia merasa ada yang aneh dan menduga beberapa kalimat mungkin telah dicuri. "Jadi, saya mengunggah di akun Twitter saya: 'Apakah ada yang mau membantu saya melacak plagiarisme?'" ujar Finkelstein.
Menanggapi ajakan Finkelstein, Abuamer melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen tersebut. Ia menemukan bahwa salah satu sumber yang sering dipinjam kalimatnya oleh Sebutinde adalah video oleh aktivis konservatif David Brog yang berjudul "Mengapa tidak ada negara Palestina?". Namun, tidak semua sumber yang digunakan Sebutinde bersifat pro-Israel atau konservatif. Abuamer menemukan bahwa beberapa bagian diambil langsung dari Wikipedia dan BBC News.
Hasil penelitian ini akan disajikan dalam sebuah bab di buku Finkelstein yang akan datang berjudul "Gaza Gravediggers", yang dijadwalkan terbit pada bulan Juni mendatang.
Tahun lalu, sebuah panel yang terdiri dari 15 hakim menyatakan bahwa pendudukan Israel selama puluhan tahun di wilayah Palestina adalah "tidak sah" dan bahwa pemisahan yang hampir total antara orang-orang di Tepi Barat yang diduduki melanggar hukum internasional yang berkaitan dengan "segregasi rasial" dan "apartheid". Meskipun sebagian besar hakim setuju dengan pendapat tersebut, Sebutinde menolak temuan itu.
Julia Sebutinde ICJ plagiarisme Palestina Finkelstein