Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Arab Saudi Rencanakan Eksekusi Enam Warga Syiah Muda

Arab Saudi sedang merencanakan eksekusi terhadap lima pemuda Syiah dan seorang pengusaha Syiah dengan tuduhan yang dianggap sewenang-wenang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Para aktivis dan ahli hukum juga menyatakan bahwa tuduhan tersebut bermotif rasial.

Kelima pemuda tersebut, yang semuanya masih di bawah umur saat berpartisipasi dalam demonstrasi damai di al-Qatif, Provinsi Timur Arab Saudi, pada tahun 2011 dan 2012, kini menghadapi ancaman hukuman mati. Mereka juga hadir dalam pemakaman warga Syiah yang tewas akibat tindakan polisi atau pasukan keamanan Saudi saat demonstrasi.

Nama-nama yang terancam hukuman mati tersebut adalah Abdullah al-Derazi, Jalal al-Labbad, Yusuf Muhammad Mahdi al-Manasif, Jawad Abdullah Qureiris, dan Hassan Zaki al-Faraj. Mereka semuanya dituduh sebagai teroris, dengan setidaknya satu dari mereka dikenakan tuduhan berdasarkan undang-undang anti-terorisme yang dianggap "kabur" oleh kelompok hak asasi manusia, yang diperkenalkan pada tahun 2017 oleh Putra Mahkota Saudi saat itu, Mohammed bin Salman.

Hukuman mati untuk al-Derazi dan al-Labbad telah dikonfirmasi. Sementara itu, al-Manasif, Qureiris, dan al-Faraj saat ini sedang menjalani proses peradilan kembali, meskipun kabar dari Middle East Eye menyebutkan bahwa jaksa publik Saudi masih mendesak hukuman mati. Proses peradilan ini masih berlangsung, dan hasil akhirnya tetap tidak pasti.

Pada tanggal 18 Desember, Kelompok Kerja tentang Penahanan Sewenang-wenang, sebuah lembaga di bawah PBB yang terdiri dari para ahli hak asasi manusia independen, menyimpulkan bahwa para pemuda Syiah tersebut ditahan secara sewenang-wenang, dan hukuman mati mereka juga dianggap sewenang-wenang.

Kasus ini menyoroti masalah hak asasi manusia di Arab Saudi, di mana kebebasan berpendapat dan hak untuk berdemonstrasi sering kali diabaikan. Banyak organisasi internasional meminta pemerintah Saudi untuk menghentikan eksekusi yang dianggap tidak adil ini dan memastikan hak-hak warganya dilindungi.

library_books Middleeasteye