Bank terbesar di Rusia, Sberbank, mengumumkan rencana untuk berkolaborasi dengan para peneliti dari China dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Rencana ini muncul setelah perusahaan AI asal China, DeepSeek, berhasil mengguncang dunia teknologi dengan inovasi yang mereka luncurkan.
Menurut laporan dari Global Banking pada Kamis, 6 Februari 2025, Sberbank tertarik untuk bekerja sama karena DeepSeek mampu menciptakan model AI yang kuat dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat.
Hubungan strategis antara Rusia dan China menjadi alasan lain bagi Sberbank untuk menjalin kerja sama ini. Kedua negara telah lama membicarakan kolaborasi dalam bidang kecerdasan buatan, dan langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi mereka di pasar global.
Di bawah kepemimpinan CEO German Gref, Sberbank telah menjadi salah satu pemain utama dalam bidang AI. Pada tahun 2023, mereka meluncurkan model AI bernama GigaChat, yang menunjukkan komitmen mereka dalam mengembangkan teknologi ini.
Wakil CEO Pertama Sberbank, Alexander Vedyakhin, menyatakan, "Sberbank memiliki banyak ilmuwan. Melalui mereka, kami berencana untuk melakukan proyek penelitian bersama dengan para peneliti dari China." Rencana ini diharapkan dapat menciptakan berbagai inovasi baru dalam dunia kecerdasan buatan.
Keberhasilan DeepSeek dalam mengembangkan AI telah mengguncang dunia teknologi dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan perusahaan-perusahaan yang sudah dominan, seperti Nvidia. Jika kolaborasi antara peneliti AI dari Rusia dan China berhasil, hal ini dapat mengancam posisi perusahaan-perusahaan tersebut di pasar global.
Selain itu, kedua pemimpin negara, yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, memiliki pandangan dunia yang sama, yang semakin memperkuat potensi kerja sama ini.
Dengan berbagai perkembangan ini, dunia teknologi akan terus menyaksikan langkah-langkah baru dari Sberbank dan DeepSeek dalam pengembangan kecerdasan buatan di masa depan.
Sberbank AI China DeepSeek teknologi