Jakarta, 4 Februari 2025 - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI untuk membahas persetujuan hibah Patrol Boat dari Pemerintah Jepang. Rapat ini berlangsung di ruang sidang Banggar DPR RI di Jakarta.
Dalam rapat tersebut, Menhan Sjafrie menekankan bahwa hibah ini sangat penting untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia. Ia menjelaskan bahwa hibah ini akan meningkatkan kemampuan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan sejalan dengan kebijakan prioritas Kementerian Pertahanan dalam pengembangan kekuatan. Salah satu inisiatif yang didorong adalah Perisai Trisula Nusantara, yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama internasional, tanpa terikat pada pakta pertahanan.
Menhan juga menyampaikan bahwa penerimaan hibah ini akan membantu menghemat anggaran, sehingga dana tersebut bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Ini adalah langkah strategis dalam pengelolaan sumber daya negara.
Sementara itu, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menjelaskan bahwa Official Security Assistance (OSA) adalah inisiatif kerja sama keamanan dari Jepang. Program ini bertujuan untuk menghadapi tantangan keamanan yang ada baik di tingkat regional maupun global. Kerja sama ini menunjukkan komitmen Jepang dalam membantu memperkuat pertahanan negara-negara di kawasan.
Di akhir rapat, Ketua Komisi I DPR RI menyampaikan hasil pembahasan yang mencapai kesepakatan untuk menyetujui penerimaan hibah Patrol Boat melalui skema OSA dari Pemerintah Jepang. Keputusan ini diharapkan dapat segera direalisasikan agar TNI AL dapat segera memanfaatkan bantuan tersebut dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.
Dengan dukungan hibah ini, diharapkan TNI AL akan semakin siap dalam menjalankan tugasnya menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia.
Menhan Patrol Boat Jepang TNI AL OSA