Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Menteri Pertahanan Kunjungi Kapal Induk Prancis di Lombok

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan ke Pelabuhan Gili Mas, Desa Labuan Tereng, Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu, 1 Februari 2025. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melihat secara langsung Kapal Induk Prancis, Charles De Gaulle (CDG), yang telah tiba di Indonesia pada Selasa, 28 Januari 2025.

Selama kunjungannya, Menteri Sjafrie meninjau sistem manajemen tempur yang ada di kapal induk tersebut. "Kunjungan ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Prancis di bidang pertahanan," ujarnya. Kunjungan ini juga merupakan bagian dari rencana Indonesia untuk melakukan pengadaan 42 pesawat tempur Rafale dan kapal selam Scorpene.

Kedatangan kapal induk Charles De Gaulle, yang membawa sekitar 1.780 awak, bertujuan untuk memperkuat hubungan pertahanan antara Indonesia dan Prancis. Dalam kerangka kerja sama ini, Prancis akan mengirimkan tenaga pengajar bahasa untuk membantu pelatihan, sementara Indonesia akan menyediakan infrastruktur untuk pelatihan di Akademi Militer Magelang.

Pelatihan ini akan melibatkan prajurit TNI dari ketiga matra, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, yang khususnya akan mengoperasikan pesawat tempur Rafale dan kapal selam Scorpene. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia di masa mendatang.

Kerja sama pertahanan ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan pertahanan masing-masing. Dengan adanya program pelatihan ini, diharapkan para prajurit TNI dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam menjalankan tugas mereka.

library_books Majalah Wira