Trumpisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah gerakan politik yang dipimpin oleh mantan Presiden Donald Trump. Gerakan ini muncul sebagai reaksi terhadap penurunan kekuatan Amerika Serikat (AS) di dunia. Dalam pandangan ini, Trumpisme mencerminkan rasa sakit dan ketidakpuasan yang dialami oleh banyak orang di AS, terutama ketika mereka merasa negara mereka tidak lagi disegani di panggung internasional.
Walaupun saat ini ekonomi AS tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan China, pertumbuhan ini tidak merata. Sektor teknologi memang mengalami kemajuan, namun sektor manufaktur justru mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin lebar, di mana banyak orang merasa hidup mereka semakin sulit.
Dalam politik domestik, Trumpisme mampu menarik perhatian pemilih yang semakin terpecah oleh kekayaan. Banyak dari mereka merasa bahwa kehidupan kerja mereka semakin berat dan tidak sebanding dengan upah yang diterima. Rasa ketidakpuasan ini mendorong dukungan terhadap gaya politik Trump yang sering kali agresif dan defensif.
Dalam urusan luar negeri, Trumpisme merupakan reaksi terhadap kegagalan militer dan ekonomi AS, terutama setelah konflik di Irak. Pengaruh AS yang semakin menurun serta munculnya China dan Rusia sebagai rival baru dianggap sebagai krisis yang perlu ditangani. Trump mengklaim memiliki solusi baru untuk menghadapi tantangan ini.
Di dalam negeri, ada rasa sakit yang mendalam akibat kegagalan militer AS di luar negeri, yang diperparah oleh film-film Hollywood yang menggambarkan bagaimana para politisi telah mengecewakan para prajurit yang berjuang. Hal ini membuat kebijakan proteksionisme dan isolasionisme yang diperkenalkan oleh Trump semakin menarik bagi banyak orang.
Namun, tujuan dari proteksionisme Trump bukanlah untuk menciptakan kebijakan luar negeri yang damai. Sebaliknya, ia bertujuan untuk menghidupkan kembali kapitalisme AS dengan memindahkan beban tersebut kepada musuh dan teman. Isolasionisme Trump juga dirancang untuk menegaskan kembali kekuatan AS dengan memaksa musuh dan sekutu untuk membayar biaya tersebut.
Perubahan politik yang ditawarkan oleh Trumpisme sangat signifikan, sebanding dengan pergeseran dari konsensus negara kesejahteraan pasca-perang menuju neoliberalisme dan militarisme pada era Reagan-Thatcher. Pergeseran ini menciptakan tantangan baru bagi sistem politik yang ada di AS dan menarik perhatian banyak kalangan.
Trumpisme dominasi AS politik luar negeri ekonomi