Dalam sebuah pernyataan mengejutkan, China menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan "sabotase dan pencemaran nama baik" setelah Panama memutuskan untuk keluar dari inisiatif investasi yang dikenal sebagai "Jalan Sutra Baru". Pemerintah China mengklaim bahwa AS telah memberikan tekanan kepada Panama untuk mengambil keputusan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan harapannya agar Panama dapat mempertimbangkan kembali keputusan ini dan menghindari gangguan dari pihak luar. “Kami berharap Panama dapat berpikir ulang dan menghindari gangguan dari luar,” ujarnya.
Pada hari Kamis, pemerintah Panama mengumumkan bahwa mereka secara mandiri memutuskan untuk meninggalkan proyek yang dijalankan oleh China itu. Mereka merasa bahwa, selama ini, negara mereka tidak banyak mendapatkan manfaat dari proyek tersebut. Sebelumnya, pemerintah baru AS juga telah memberikan tekanan dan mengkritik pengaruh China di wilayah Panama.
Keputusan Panama ini mengikuti kunjungan Menteri Luar Negeri AS yang baru, Marco Rubio, yang datang ke negara itu atas perintah Presiden AS, Donald Trump, pada akhir pekan lalu. Kunjungan ini diduga bertujuan untuk membahas isu-isu terkait pengaruh China di kawasan tersebut.
Proyek "Jalan Sutra Baru" adalah inisiatif besar yang diluncurkan oleh China untuk membangun infrastruktur di seluruh dunia, termasuk pelabuhan, jalur kereta api, jalan raya, dan bendungan. Namun, proyek ini sering kali dikritik karena menyebabkan negara-negara yang lebih miskin terjebak dalam utang dan ketergantungan pada China.
Panama menjadi negara pertama di Amerika Latin yang bergabung dengan proyek tersebut pada tahun 2017. Sebelum bergabung, Panama juga telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan menjalin hubungan dengan Republik Rakyat China.
Ketegangan ini menunjukkan bagaimana geopolitik dapat memengaruhi hubungan antarnegara, terutama di kawasan yang strategis seperti Panama yang memiliki salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.
Panama China AS Jalan Sutra Baru geopolitik